Jumat, 17 Juli 2020

Artikel tentang COVID-19 (Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Corona)

Serangan wabah virus Corona SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) kini memicu kekhawatiran didunia. Namun jangan khawatir, Anda disarankan untuk selalu mengetahui perkembangan virus Corona SARS-CoV-2 dan juga informasi lainnya terkait gejala, penyebaran, serta cara-cara agar dapat selamat menghindari wabah virusnya, seperti berikut ini!


Pengertian Virus Corona

Ketika membicarakan tentang wabah virus Corona yang menyerang saat ini, banyak yang salah mengartikan istilah-istilahnya. Virus Corona atau Coronavirus merupakan sebuah jenis virus yang memiliki penampilan permukaan penuh dengan jarum runcing yang menyerang saluran pernapasan. Adapun yang dapat menjangkit manusia antara lain MERS, SARS, dan juga SARS-CoV-2 yang mewabah saat ini.

Asal Usul SARS-CoV-2

Wabah ini disinyalir berasal dari wilayah Kota Wuhan, Tiongkok, atau tepatnya berasal dari pasar ikan yang ada di wilayah setempat. Menurut peneliti Tiongkok, virus Corona SARS-CoV-2 menyebar melalui hewan ke manusia.

Penyakit COVID-19 dan Gejalanya

Infeksi virus Corona SARS-CoV-2 mengakibatkan penyakit dengan gejala-gejala antara lain batuk, flu, demam, serta sesak napas. Kini, penyakit infeksi virus SARS-CoV-2 dinamakan sebagai COVID-19 (Coronavirus Disease 2019).

Penyebaran SARS-CoV-2

Menurut World Health Organization (WHO), virus Corona SARS-CoV-2 menyebar melalui tetesan cairan yang dikeluarkan individu yang telah terjangkit virus saat batuk atau bersin. Maka dari itu, setiap orang kini disarankan untuk selalu menutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk atau setiap saat dengan menggunakan masker.

Cara Menghindari Virus Corona SARS-CoV-2

Cara utama yang paling direkomendasikan WHO adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik. Selanjutnya, Anda juga disarankan untuk menghindari menyentuh hidung, mulut, dan mata dengan tangan. Tujuannya adalah untuk menangkal infeksi melalui kontak anggota-anggota tubuh tersebut.

Nah, itulah tadi informasi seputar apa virus Corona SARS-CoV-2 dan penyebabnya yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, Anda harus selalu mengikuti info perkembangan wabah ini, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta meningkatkan perlindungan agar bisa terhindar dari virus yang sedang mewabah ini.


Waspada harus, panik jangan. Tetap semangat, tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan yang terbaru yah :)

Kamis, 04 Juni 2020

Tentang Mencintai Seseorang




(Foto hasil Google yah, sory lupa link gambarnya)

Diantara kalian pasti pernah mendapat pertanyaan seperti ini:

"kok bisa sih sayang sama aku?"

Pasti bingungkan jawabnya apa?

kata orang : " aku cinta seseorang, karena dia pintar "
kata ku : " itu bukan cinta, itu rasa kagum "

kata orang : " aku cinta seseorang, karena dia cantik "
kata ku : " itu bukan cinta, itu nafsu "

kata orang : " aku cinta seseorang, karena dia mapan dan berpenghasilan "
kata ku : "itu bukan cinta, itu matre "

kata orang : " aku cinta seseorang, karena dia baik "
kata ku : "itu bukan cinta, itu rasa terima kasih "

kata orang : " aku cinta seseorang, karena dia humoris dan lucu "
kata ku : "itu bukan cinta, itu penasaran dengan tingkahnya selanjutnya "

kata orang : " aku cinta seseorang, entah kenapa. aku tidak punya alasan untuk mencintainya, tapi aku hanya tau saja, bahwa aku mencintainya "
kata ku : " itu dia! itu lah yang namanya cinta sejati. kamu mencintainya karena kamu memang ditakdirkan untuk mencintainya "

Ciri-ciri orang yang mencintaimu ??

- Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa, ia mencintaimu. Dia hanya tahu, dimata dia, kamulah satu satunya.

- Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress. Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

- Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tahu.

- Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telp-nya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu.

- Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya dihadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untuk kamu.

- Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

- Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya.

- Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

- Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karena segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata "I LOVE YOU" pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

- Seseorang yang benar - benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja, karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia dan tersenyum.

- Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan : “Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?” Dengan hatinya yang tulus.

- Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata : Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar - benar bekerja dan berguna.

- Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda - benda yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan 'I LOVE YOU' ada didalam dompetnya.

- Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata - kata manis. Tapi kamu tahu, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua.

- Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu.

- Seseorang yang mencintaimu, akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.

- Seseorang yang mencintaimu, akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain.

Sekiranya demikian yang bisa saya sampaikan yah teman-teman wkwks:v Barangkali tidak berkenan atau kurang pas dengan pemikiran kalian itu maklum hihih Karena setiap manusia punya insting masing2 hohoo.


Minggu, 26 April 2020

Puisi Tentang Covid-19



SAJAK 14 HARI

Menjemur kata demi kata
Menyimpan sari-sari mentari pagi
Pagi berdendang, siang meradang, malampun begadang
Datang para penjaga jalan bersiap untuk menghadang

Terlalu meremehkan hal kecil
Seperti batu besar namun dianggap kerikil
Menolak diajak berdiskusi
Menganggap diri paling kuat tak kurang amunisi

Jiwa-jiwa kian pongah dan meronta-ronta
Meminta belas kasih dari orang yang berada
Karena paruh daya yang yak kuasa
Menjadikan jiwa raga kian putus asa

Telinga untuk mendengar, mulut untuk bersua
Tidak ada salahnya menerima saran dan masukan
Cobalah untuk mencerna, bukan hanya sekedar "apa"

Jiwa yang kuat tak selamanya sehat
Jiwa yang lemahpun bukan berarti tak berdaya
Adakalanya mencegah lebih baik daripada mengobati
Maka dari itu, mari sejenak merenungi diri untuk saling menyemangati melawan wabah bersama-sama
Jangan mengada-ngada, patuhi aturan dan anjuran yang ada
Bersama kita bisa
Bersama corona kan merana
Empat belas hari

Brebes, 24 April 2020
Oleh Rodotul Suci Muslimah
(Sucirsm)

Selasa, 21 April 2020

Biografi RA Kartini, Sang Pahlawan, yang Berjuang Untuk Emansipasi Wanita



Biografi RA Kartini – Tentu masyarakat Indonesia sudah kenal dengan potongan lagu yang berbunyi “Wahai ibu kita kartini puteri yang mulia, sungguh besar cita – citanya bagi Indonesia”. Potongan lagu tersebut merupakan lagu persembahan Indonesia untuk kemuliaan dan perjuangan ibu Kartini di era penjajahan.

Beliau merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang untuk rakyat Indonesia di masa penjajahan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Di masa itu memang wanita tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak hanya tugasnya harus di rumah mengurus suami, anak dan memasak. Kemudian RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan bisa sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau memang wanita cerdas yang pemberani hingga semua yang dilakukan memberi arti yang sangat besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini. Berikut Biografi RA Kartini, salah satu pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.
Biografi RA Kartini

Nama asli : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat
Nama terkenal : Raden Adjeng Kartini
Tempat lahir : Jepara Jawa Tengah
Tanggal lahir : Senin, 21 April 1879
Zodiac : Taurus
Wafat : 17 September 1904, Kabupaten Rembang
Ayah : Raden mas Adipati Ario Sosroningrat
Ibu : M.A Ngasirah
Garis keturunan : Hamengkubuwono VI
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Pasangan : K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Anak : Soesalit Djojoadhiningrat
Dikenal karena : emansipasi wanita

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap RA Kartini. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang merupakan seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak sampai Hamengkubuwana VI.

Sudah banyak yang mengupas mengenai pahlawan wanita berpengaruh di Indonesia bahkan dunia yang satu ini. Ibu kita kartini memang menjadi salah satu tokoh pahlawan wanita yang fenomenal di tanah Jawa tepatnya berasal dari Jawa Tengah. Banyak penulis menuturkan biografi RA Kartini dan menceritakan perjalanan hidupnya yang menginspirasi. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sitisoemandari Soeroto dalam bukunya yang berjudul ‘Kartini : Sebuah Biografi’. Dalam buku ini diterangkan tentang silsilah keluarga Kartini, sisi kehidupan yang menjadi saksi perjuangan melalui tulisannya yang sarat akan kritik penyetaraan gender, nasionalisme yang mengunggah sampai ke negeri Belanda. Kumpulan tulisan kepada sahabat – sahabat penanya di Belanda atau surat – surat yang pernah ia buat dirangkum Armijn Pane dalam sebuah buku yang berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang juga menjadi salah satu tema yang pernah ia tuliskan.

Keturunan Kartini saat ini masih ada yang masih hidup dengan silsilah keluarga Kartini. Perjalanan hidup Kartini sampai dengan kontroversi gelarnya yang membuat Indonesia pernah geger pada waktu itu memang masih menjadi tanda tanya dan membuat banyak orang masih tertarik dan ingin tahu terus bagaimana biografi RA Kartini sebagai pahlawan wanita Indonesia. Karena itu film – film Kartini sampai saat ini masih memiliki cerita – cerita baru dari babak profil dan biografi RA Kartini.

Sabtu, 18 April 2020

Puisi untuk HARLAH PMII



Salam Satu Pergerakan
(Sucirsm)

Detik tetap berjalan dalam langkah kaki Menyapa asa, sampai jumpa bahagia 
Detik terus berjalan, dalam getaran nada yang bernama nadi
Kupastikan kita kan terus menyapa dalam suka maupun duka

Kita akan bertemu lagi dengan penuh semangat di esok pagi 
Biarpun gelap malam selalu menghantui
Dengan angin yang menari-nari dengan iringan sunyi
Terlihat olehku sekelumit cahaya yang selalu mengintai 

Nampak doa-doa yang dipanjatkan dengan begitu tata 
Berjejer dan terhiaskan oleh sang kata-kata
Sepertinya hari ini ada yang merayakan hari jadi
Suasana kuning biru penuh menghiasi
Selamat Hari Lahir ke-60
Pergerakanku wahai PMII

Brebes, 18 April 2020

Selasa, 14 April 2020

Bagaimana Cara Mengenali Jodoh dalam islam?



Urusan Jodoh itu ditangan Allah SWT, nah lalu bagaimana cara mengenali jodoh dalam islam. Tips ini berguna bagi anda yang sedang mencari jodoh.
Cekkidottttt gaes wkwks:v

Tanda jodoh dalam Islam itu adalah “3M”. Apa itu?

Siapa yang paling bisa (1) Memaklumi, (2) Memaafkan dan (3) Memotivasi kita ke arah yang lebih baik dan mendorong kita juga untuk lebih giat beribadah kepada Allah. Insya Allah itu jodoh kita.

Jadi kalau mau mencari jodoh, carilah yang bisa melakukan 3M diatas supaya hubungan cinta dapat langgeng dan tidak tercerai berai alias cerai. Jadi jodoh itu jangan berdasarkan nafsu (ganteng, kaya, dsb) tapi haruslah berdasarkan Islam (kuat aqidahnya, rajin ibadah dan indah akhlaknya).

Menikah adalah menjalankan sunnah Nabi, sesuai dengan fitrah manusia. Hikmah yang dapat diambil kalau sunnah Nabi ini dijalankan adalah munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan akan tumbuhlah kecintaan, kasih sayang, dan kesatuan antara pasangan suami isteri. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berkesinambungan.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:30).

Menikah bisa menjadi wajib, sunnah, haram, makruh atau mubah. Wajib bagi orang yang sudah mampu kawin, nafsunya telah mendesak dan takut terjerumus dalam perzinahan. Sunnah bagi orang yang nafsunya telah mendesak lagi mampu kawin, tetapi masih dapat menahan dirinya dari berbuat zina. Dan menikah baginya lebih utama. Haram bagi seseorang yang tidak mampu memenuhi nafkah batin dan lahirnya kepada isteri dan bisa menahan nafsunya. Makruh bagi mereka yang lemah syahwat, dan mubah bagi yang tidak terdesak oleh alasan-alasan yang mengharamkan, mewajibkan, menyunahkan dan memakruhkan (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah jilid 7)

Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada kita tentang wanita seperti apa yang harus dipilih:

“Seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara: Harta, nasab, kecantikan dan agamanya. Maka utamakan memilih wanita yang beragama, kamu akan merugi (bila tidak memilihnya).” (HR. Bukhari)

Wanita, yang memiliki empat-empatnya memang langka. Tapi diakhir hadits tersebut ditekankan pada yang agamanya baik. Karena wanita yang shalihah Insya Allah akan dapat menjadi isteri dan ibu yang baik buat anak-anaknya. Untuk mendapatkan wanita shalihah di jaman seperti sekarang ini memang gampang-gampang susah. Rasa-rasanya jauh lebih banyak yang tidak/belum shalihah. Yang jelas, wanita shalihah tidak akan mungkin didapat di jalanan, di tempat-tempat hiburan, atau di tempat maksiat. Mereka biasanya akan mudah ditemui di masjid-masjid, mushala, pengajian-pengajian atau di tempat-tempat yang di dalamnya sarat dengan aktivitas keIslaman. Karena Islam tidak mengenal pacaran, maka untuk mendapatkan calon isteri adik bisa minta bantuan teman, orang tua, atau orang yang dapat dipercaya. Kalau benar-benar dia wanita shalihah Insya Allah akan memahami cara yang adik lakukan. Satu hal yang harus selalu diingat bahwa jodoh seseorang Allah yang mengatur. Kalau selama ini usaha yang adik sudah lakukan belum mendapatkan hasil jangan putus asa, teruslah mencoba dan berdoalah agar diberikan jodoh yang terbaik.

Dalam pernikahan ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah kerelaan calon isteri. Wajib bagi wali untuk menanyai terlebih dahulu kepada calon isteri, dan mengetahui kerelaannya sebelum diaqad nikahkan. Perkawinan merupakan pergaulan abadi antara suami isteri. Kelanggengan, keserasian, persahabatan tidaklah akan terwujud apabila kerelaan pihak calon isteri belum diketahui. Islam melarang menikahkan dengan paksa, baik gadis atau janda dengan pria yang tidak disenanginya. Akad nikah tanpa kerelaan wanita tidaklah sah. Ia berhak menuntut dibatalkannya perkawinan yang dilakukan oleh walinya dengan paksa tersebut (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah jilid 7).

“Janda lebih berhak kepada dirinya sendiri (memberikan keputusan tentang pernikahan) dari pada walinya. Dan gadis hendaknya dimintai izinnya dalam perkara dirinya. Dan izinnya adalah diamnya”. (H.R. Jama’ah, kecuali Bukhari)

Allah swt berfirman dalam QS : Ar Ruum : 21
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Sudah menjadi sunatullah bahwa Allah menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan dan semua manusia pasti ada jodohnya tergantung ikhtiar dari manusia itu sendiri ataupun takdir Allah. Karena setiap takdir itu ada yang mutlak (sudah menjadi ketentuan Allah), kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dan satu lagi adalah takdir ikhtiari yaitu takdir yang memang bisa diperoleh dengan jalan ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh

Ikhtiar yang bisa dilakukan oleh seorang Muslimah dalam mencari jodoh :

1. Berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik, misalnya dengan shalat hajat. Allah telah berjanji dalam firmannya bahwa Muslim yang baik akan mendapatkan Muslimah yang baik dan laki-laki yang buruk akan mendapatkan wanita yang buruk pula, maka tugas seorang muslimah adalah berusaha untuk menjadi Muslimah yang baik, berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…..(QS : An Nuur : 26)

2. Meminta kepada orang tua/wali untuk dicarikan jodoh yang baik. Dalam Islam sebenarnya masalah jodoh bagi muslimah bukanlah menjadi tanggung jawab diri sendiri tetapi menjadi tanggung jawab orang tua ataupun wali.

Bahkan pada masa Rasulullah saw, pemerintah bertanggungjawab untuk mencarikan jodoh bagi muslim dan muslimah pada masanya. Sehingga seorang muslimah tidak perlu mencari sendiri jodoh untuk dirinya. Pendekatan/khalwat yang dilakukan sebelum ikatan pernikahan dengan alasan untuk saling mengenal antara keduanya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bahkan pendekatan ini tidak selalu menjamin menjadi rumah tangga yang langgeng karena biasanya pendekatan yang dilakukan sebelum pernikahan lebih mengedepankan sisi subjektivitas antara keduanya.

3. Melalui mediator misalnya teman, saudara atau orang lain yang dapat dipercaya. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. …(An Nuur : 32-33)

4. Mencari sendiri dengan syarat tidak boleh langsung tetapi bersama pihak ketiga, Rasulullah saw. pernah memberikan kriteria untuk menentukan pilihan pasangan hidup bagi seorang muslim/ah yang apabila dilaksanakan insya Allah rumah tangga Sakinah mawaadah warahmah akan dirasakan, Amin…

"Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas". (HR. Tirmidzi dan Ahmad) à untuk muslimah

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim) à untuk muslim

5. Jangan putus asa…. Jodoh adalah masalah ghoib yang menjadi rahasia Allah, sebagai manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa. Bagi muslimah yang belum mendapatkan jodoh jangan berputus asa, tetaplah berikhtiar dan berdoa. Sudah menjadi janji Allah bahwa semua makhluknya akan berpasang-pasangan. Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat untuk jodoh kita masing-masing.

Sebagai tambahan penjelasan masalah jodoh menurut pandangan Islam sbb.,

Untuk persoalan jodoh, setiap orang hendaknya bersungguh-sungguh, baik laki-laki maupun perempuan harus proaktif dan selektif. Tidak ada dikotomi bahwa laki-laki harus mencari dan perempuan harus menunggu (ikhtiar), namun tidak keluar dari norma dan syariat.

Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan yang ‘menawarkan’ dirinya pada Rasulullah, dan Rasul-pun tidak memandang hal itu sebagai sesuatu yang hina atau tabu. Hanya saja, kini kita berada pada budaya yang masyarakatnya masih memandang hal itu sebagai sesuatu yang tidak etis, sehingga perempuan-perempuan Indonesia untuk persoalan jodoh lebih banyak berperan menunggu dibandingkan ‘mencari’.

Agar pernikahan bersemi dengan indah, maka dalam memilih jodoh hendaknya kita sangat mengutamakan ajaran Islam, seperti yang dipesankan Rasulullah SAW. “..lihatlah agamanya maka kalian akan mendapatkan semuanya…”. Dengan memiliki pasangan yang agamanya baik dan benar, maka rumah tangga kita akan menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah.

Akan tetapi harus diingat apabila ada seorang perempuan menawarkan dirinya secara terang-terangan, hal itu merupakan sikap yang kurang ahsan (etis).

“Penawaran itu sah-sah saja, manakala tidak secara langsung, misalnya lewat perantara pihak ketiga. Biar bagaimanapun kita berada pada masyarakat timur yang masih sangat memegang adat dan etika,”.

Jodoh, memang merupakan misteri kehidupan, karena untuk hal yang satu ini terkadang membuat seseorang sangat bimbang dalam menentukan keputusannya. Jangankan untuk menerima seseorang menjadi pasangan hidupnya kelak, dalam persoalan menerima tawaran ta’aruf saja terkadang masih terlalu banyak ‘kriteria’ yang dipakai.

Sampai-sampai kriteria yang dipasangpun sudah tidak memenuhi kriteria syar’i lagi, seperti : harus yang ‘smart’, tinggi, putih, cantik, ganteng, kaya, sarjana, dan lainnya. Tidak salah memang untuk memasang kriteria seperti itu, hanya saja menurut beliau hendaknya kita tidak mempersulit diri untuk persoalan ini.
Persoalan fisik adalah titipan dari Allah SWT, saya meminjam istilah Aa Gym, kita tidak pesan sama Allah waktu mau dilahirkan! biar hitam asal hatinya putih, biar pendek asal akhlaknya tinggi, biar kurang ganteng asal taqwa, biar kurang cantik tapi sholehah.

Proses untuk memperoleh jodoh yang baik juga menjadi ukuran. Menurut Islam, “laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula) (QS. An Nuur (24): 26). Bisa diartikan bahwa jika kita seorang laki-laki yang baik maka kita akan mendapatkan istri yang baik demikian sebaliknya. Inginkah kita dipandang sebagai seseorang yang baik dalam pandangan Islam?

Jika demikian, mulailah dari sekarang untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. “Mendapatkan pasangan yang baik dapat diukur dengan niat kita untuk berumah tangga. Maksud saya, kita harus benar-benar dalam kondisi keimanan yang prima saat ingin melaksanakan pernikahan dan ukurannya adalah niat berumah tangganya. Jangan sekali-kali berniat menikah saat niatnya belum lurus. Hal itu akan mempengaruhi hasil dari pasangan yang akan kita dapatkan.

Saat niat dan kondisi keimanan sudah prima maka silahkan berencana untuk menikah. Mulailah dari sekarang untuk menyusun strategi dan taktik agar mendapatkan pasangan yang sesuai dengan idealisme. Strategi dan taktik ini merupakan bagian dari proses yang harus dijalani secara Islami. Salah satu proses itu adalah ta’aruf (perkenalan), dalam proses ini harus dijalani secara ma’ruf. Agar proses ta’aruf menjadi ma’ruf, maka diperlukan kesabaran yang cukup.

Ta’aruf (perkenalan) terkadang tidak menjadi jaminan kita akan langsung dapat menikah. Sekali gagal coba lagi, gagal lagi coba lagi, demikian hingga akhirnya kita mendapatkan pasangan yang sebenarnya yang bersamanya kita dapat membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Jangan sia-siakan pernikahan, sungguh-sungguhlah dalam menggapainya. Hmm, seandainya di dunia ini ada syurga, syurga itu adalah pernikahan yang bahagia”. Rasulullah SAW pun berkata ‘Baiti Jannati”, rumahku syurgaku. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif. Tiap orang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Namun saya yakin kebahagiaan yang hakiki dapat kita peroleh hanya dengan jalan-Nya.

Ingin memiliki rumah tangga yang bisa kita jadikan syurga kita didunia??? Ikutilah petunjuk Rasul. Lihat agamanya niscaya kalian akan mendapatkan semuanya”

Sekian gaes yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon dimaafkan dan dimaklumi yah. Oh iya, tadinya saya mau nyantumin link dari hadist2 diatas tapi lupa alamatnya link nya (Nggk sempet save) Maaf yah.

Pesan dari saya pribadi : Jangan lupa dan teruslah Kembangkan Minat Baca Kalian yah Gaess:)

Minggu, 12 April 2020

CERIS (Cerpen Islami)



Belum Ada Judulnya yah Gaes (Masih Proses alias PDKT) wkwks:v


Kita adalah sepasang takdir yang diberi waktu dan ruang oleh Allah untuk saling membahagiakan. Ketika syukur semakin sulit diucap, mungkin karena kita masih sibuk iri sama bahagia orang lain.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dgn pakaian dan kebiasaan baruku. Hidup terasa lebih tenang, seperti jelas sekali tujuan hidup ini, ya tujuan hidup ini hanya beribadah kpd Allah. Memiliki sahabat yg mampu membimbingku ke Jannah-Nya itu sebuah nikmat yg luar biasa.

Seperti udara, tak nampak namun terasa dan mengena dikalbu. Seperti jarak, tak ada tanda namun terasa sunyi dan hampa dikala rindu kian mencuak.

“Hari ini ada kajian di Masjid. Mau datang tidak?” Notif WhatsApp dari Nina sohib waktu SMK yang tak henti-hentinya mengajak kebaikan.

“Inshaallah Suci dateng, nanti aku kabarin pas mau otw” Balasku yang memang sudah ada niatan untuk hadir dikajian ini. Nambah ilmu, wawasan, dan silaturahmi dengan yang lain.

“Assalamualaikum” Suara dari balik pintu terasa merdu. Sapaan yang terasa hangat untuk didengar dan wajib dijawab tentunya.

“Waalaikumussalam” Aku membuka pintu untuk raja yang hendak berkunjung kegubukku. Tidak asing, raja itu saudaraku sendiri. Lebih tepatnya anak pertama dari kakakku yang sudah lama tidak pulang karena merantau untuk mencari rezeki tentunya.

“Wah, Mas Dedi ternyata. masuk-masuk. Silahkan duduk” Senyum sumringah terlintas dibibirku. Dikunjungi saudara, tentu sangat bungah. Tidak akan pernah ada yang namanya putus saudara jika silaturahmi tetap jalan. Kalaupun tidak ada lagi silaturahmi, kontak batin tidak akan pernah putus.

Seperti sunnah Rasul, hidangkan makan terbaik untuk tamu kita. Apapun yang ada dibalik tudung saji maka tawarkanlah. Dan aku pun membawakan makanan dan minuman untuk perut raja-rajaku.

“Monggo silahkan diminum. Hanya ini yang bisa kami sajikan”
“Tidak usah repot-repot Lik, segitu aja kurang wkwk” Jawab Dedi dengan begitu ngledeknya. Rasanya inginku tampol bahunya seperti masa kecil dulu saat ia meledekku pasti langsung ku tampol. Tapi itu dulu. Kalo sekarang mungkin canggung iya. Hampir lima tahun lamanya tidak berjumpa, hanya via handphone bersua.

“Dede lanang sih dimana Lik?” Panggilan untuk kakek laki-laki dikeluarga ku. Harusnya “Embah”. Tapi tidak tau kenapa cucu-cucu Bapak kalau manggil itu Dede. Pikirku sih, mungkin Bapak sama Mama tidak mau keliatan tua meski usia sudah memakan tubuh dan raganya mangkanya maunya dipanggil Dede eheheh.

“Assalamualaikum” Datanglah Bapa dengan membawa bingkisan. Aromanya manis, dan ternyata jagung manis. “Ehh, kapan pulang Ded? Jadi cakep yah dikota orang.” Tanya Bapa

“Ehh De Lanang. Sama kok de kaya dulu, gimana kabarnya De?” Jawab sang cucu dengan tak lupa mencium tangan sang kakek.
Kring, kringg… suara handphoneku mengganggu perbincangan diruang tamu. Notif dari Nina ternyata.

“Pak, Suci izin ke pengajian dimasjid iya ini udah ditunggu Nina.” Izinnku

“Iya boleh, hati-hati jangan lupa selepas pengajian ilmunya diterapkan dan diamalkan” Pinta Bapak
Tidak lama kemudian aku sampai diMasjid. Mashaallah antusias Jamaah banyak sekali.

Sembari memcari kawan "Nina" yang entah dimana iya duduk mata ini selalu terarah pada sosok yang entah siapa namanya dan siapa ia sebenarnya. Berputar mata ini mencari yang sebetulnya harus dicari tetap saja mengarah kearah sana. "Astaghfirullah, kenapa aku ini, duh dimana pula ini si Nina. Biasanya juga duduk deket-deket jendela tapi kok nggk ada yah? Apa sebelah sana, sebelah sana, atau sana, sana, sana? Ihh apaan deh aku tuh kok jadi ribet sendiri gini. Kan bisa chat, apa gunanya punya hp kalo nggk didifungsikan sebagaimana mestinya" Aku menggerutu pada diri sendiri seperti hilang akal dan tujuan pertama wkwks:v

"Udah sampe belum sih, duduk sebelah mana? ini aku udah di dalem masjid deket jendela depan" Send ke Nina.
"Ini aku baru sampe, bentar lagi aku masuk" Mendapat balasanNya, sedikit membuat bibir ini menggulung. Gimana tidak, ternyata belum sampe dan malah aku yang menunggu. But its okey dengan menunggu bisa kita bisa melatih kesabaran ehehe.

"Kok Belum dimulai-mulai yah kajiannya, sambutan gitu minimal. Kan udah jam segini, nggk biasanya ngaret". Sesekali aku menengok kanan kiri untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Dari sekian banyaknya jamaah yang hadir, apa hanya aku yang clingak -clinguk tidak karuan seperti ini? Entah firasat apa yang menyelimuti pikiranku saat ini, yang jelas sejak aku melihat sosok yang begitu asing tapi adem dilihatnya membuatku semakin penasaran.

Tiba-tiba sosok tersebut menuju mimbar pengisi kajian. Waw, betapa ternganganya mata ini melihat sosok yang begitu adem berada didepan sana.




Next. Tunggu kelanjutan ceritanya yah gaes :)






Riwayat Penulis
Nama lengkap Penulis, Rodotul Suci Muslimah. Brebes, 08 Mei 2000, anak terakhir dari empat bersaudara didesa Sigentong, Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Jawa Tengah.
Karya yang berhasil diterbitkan buku kumpulan puisi berjudul “Hanya Ingin Kau Dengar” dan Cerpen berjudul “Sepotong Kisah Usang”.
E-mail : rodotulsucimuslimah08@gmail.com


Selasa, 31 Maret 2020

Alasan Bergabung di IPNU-IPPNU

Hallo Gaes, sebelumnya sudah kenal belum dengan saya? Eheheh jika belum, jangan sungkan-sungkan mampir di E-mail saya yang tertera disini yah Gaes !!!
Nah, kali ini saya akan berbagi sedikit cerita, bukan cerita sih tapi ini lebih tepatnya mengenai alasan saya bergabung di IPNU-IPPNU. Budayakan membaca sampai habis yah Gaes wkwks:v Jika ada yang ingin ditanyakan, coret-coret saja dikolom komentar Ehehe:)

IPNU-IPPNU



Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan organisasi sayap NU yang, masing-masing, berdiri pada 24 Februari 1954 dan 2 Maret 1955. Keduanya melaksanakan kebijakan NU di bidang pelajar dan santri. Bertahannya IPNU-IPPNU di usianya yang sudah mencapai 66 dan 65 tahun di 2020 ini, membuktikan perannya terus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan kawula muda. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, IPNU-IPPNU terus memperbaiki dan menata diri agar selalu relevan dengan kebutuhan dan tantangan jaman. Nah, bagi kamu gaes, yang belum gabung di IPNU-IPPNU, saya akan mendoktrin kalian dengan alasan saya kenapa mau gabung di IPNU-IPPNU. Ingat yah Gaes, Baca sampai TUNTAS.. :*

Pertama, dapat banyak teman. Teman merupakan hal yang amat penting di jaman sekarang, sebuah jaman yang banyak ngandelin pertemanan dari sebuah kotak kecil bernama android. Teman-teman seperjuangan ini, nantinya akan menjadikanmu lentera, yang tentu banyak memberi manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi, teman-teman ini – yang IPNU-IPPNU menyebutnya dengan rekan dan rekanita – adalah teman seiman, sehaluan dan seperjuangan. Dengan basis organisasinya yang luas, sampai di pelosok negeri di Nusantara.

Kedua, dapat banyak ilmu dan pengalaman dari berbagai bidang, profesi dan latar belakang. Profesi dan latar belakang, akan terjadi sebuah proses, yaitu apa yang disebut dengan transformasi pengetahuan.

Ketiga, dapat banyak jaringan, yang jarang sekali ditemui di bangku sekolahan seperti politisi, pengusaha, birokrat, akademisi, aktivis, sampai para ulama dan kiai. Kesemuanya itu tersebar di berbagai tempat, daerah, dan macam bidangnya masing-masing. Dengan terus berjejaring dengan mereka, kita bisa lebih banyak tahu melalui sharing dan bahkan bisa bekerjasama.

Keempat, mengasah kepekaan sosial. Seperti dididik untuk bersama dengan orang yang tidak sama. Dididik terbiasa dengan perbedaan pendapat. Dididik dengan konflik. Dididik dengan keanekaragaman pemikiran, sifat, tingkahlaku dan potensi.

Kelima, berlatih kritis. Di organisasi, selain kita dituntut peka, kita dilatih kritis untuk merespon kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Nalar kritis ini takkan terwujud tanpa tahu jati diri kita sebenarnya. Dengan modal Prinsip Perjuangan yang ada di IPNU, dan juga beberapa materi yang menjadi pisau analisa, akan menjadikan kita cepat tanggap dalam merespon sesuatu, tanpa reaktif, apalagi berpikir linier. Nalar ini terbangun seiring dengan peran organisasi IPNU-ippnu itu sendiri yang, paling tidak, ada karena dua hal: meningkatkan kualitas kader di satu sisi dan membuat merespon kondisi sosial disatu sisi menuju arah perubahan yang lebih baik lagi. Dengan demikian, para aktivis menjadi tidak kagetan dan tidak gumunan, namun tetap memiliki cara berbikir (manhajul fikr) yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

Keenam, bisa jalan-jalan. Seiring dengan banyaknya agenda, IPNU akan membawamu dari desa satu ke desa lain, kecamatan satu ke kecamatan lain, kabupaten satu ke kabupaten lain, provinsi satu ke provinsi lain dan bahkan, kalau beruntung, bisa membawamu ke negara satu ke negara lain. Tempat satu ke tempat yang lain. Dan yang paling penting, ini tak sekadar travelling biasa, melainkan ada nilai edukasi, ada spirit perjuangan, ada nilai ukhuwwah, ada nilai dakwah dan nilai-nilai kebaikan lain. Jadi, tentu tak sekadar jalan-jalan pemuas nafsu ses(a)at belaka!

Ketujuh, mendapat sesuatu yang banyak diinginkan anak manusia. Apa itu? Yah, jodoh bagi yang beruntung. Ini sudah banyak buktinya. Dari yang jauh, yaitu Ketum IPNU perdana sendiri Rekan Tolkhah Mansyur dengan Ketum IPPNU perdana rekanita Umroh Mahfudzoh, sampai ratusan bahkan mungkin ribuan kader IPNU yang tertambat hatinya di IPPNU. Seiring dengan kegiatan bersama, tahu satu sama lain, seringkali organisasi sayap muda NU ini menjadi semacam biro jodoh. Banyak sekali kader IPNU yang tertambat hatinya untuk berlabuh di IPPNU. Meski demikian, jodoh disini bukanlah tujuan dari IPNU/IPPNU itu sendiri. IPNU-IPPNU berdiri dalam konteks dan ruang yang lebih luas, panjang dan visioner. Adapun jika kok kebetulan (atau dibetulkan?) bertemu jodohmu di organisasi, itu adalah sebuah berkah. Ingat, ber-kah! Bagi yang belum dapat, tentu saja karena jodoh itu di “tangan Tuhan,” yang itu merupakan satu dari tiga rahasia-Nya.

Sebenarnya, masih banyak lagi alasan yang lebih realistis dan bombastis. Dan alasan lainya kita bisa diskusikan bersama jika kawan-kawan semua beruntung dipertemukan dengan saya eheheh:v Ayo untuk kamu-kamu yang masih muda jangan ragu lagi bergabung di IPNU-IPPNU dan ikut berjuang nguri-uri Nahdlatul Ulama. Karena berjuang di IPNU-IPPNU merupakan bagian ‘izzul ‘ulama’ wan nahdliyyin yang juga merupakan bagian dari ‘izzul Islam wal muslimin. Selamat bergabung di IPNU-IPPNU, Gaes!!!

Salam 3B (Belajar, Berjuang, Bertaqwa)

Sabtu, 28 Maret 2020

MAKALAH NAHDLATUL ULAMA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

NAHDLATUL ULAMA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
(NU dan NKRI)

TUGAS MAKALAH CALON Latihan Kader Muda (LAKMUD) PAC. IPNU IPPNU Wanasari dari tugas Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) I sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) II



Oleh:
Rodotul Suci Muslimah

PIMPINAN RANTING
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
DESA SIGENTONG
Jalan P.G. Banjaratma Desa Sigentong Kec. Wanasari Kab. Brebes 52252
BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH
Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan “Kebangkitan Nasional”. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana – setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan.
Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan “Nahdlatul Fikri” (kebangkitan pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (pergerakan kaum saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.
K.H. Hasyim Asy’arie, Rais Akbar (ketua) pertama NU. Berangkan komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar.
Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.
B.RUMUSAN MASALAH
Dari Latar Belakang yang dipaparkan di atas maka bisa ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.Keterkaitan NU dan NKRI
2.Sejarah NU
3.Peran NU untuk NKRI
4.Mengenal dan Memahami Ideologi Negara
C.TUJUAN
Dari Rumusan Masalah yang dijelaskan diatas maka dapat ditarik tujuan sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui bagaimana Sejarah dari NU
2.Untuk mengetahui keterkaitan NU dan NKRI
3.Untuk mengetahui peran NU untuk NKRI
4.Untuk mengetahui, Mengenal, dan Memahami Ideologi Negara

BAB II
PEMBAHASAN

1.KETERKAITAN NU dan NKRI

Surabaya, NU Online
Bagi KH Marzuki Mustamar, setia kepada Nahdlatul Ulama (NU) bukannya tanpa alasan. Yang dipertaruhkan tidak hanya nama besar para kiai pendiri jam'iyah ini, juga keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. "Pendiri NU adalah para kiai dan ulama," kata Kia Marzuki, sapaan akrabnya Ahad (13/3). Merekalah yang berjuang dalam melawan penjajah, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan khususnya terkait dasar negara dengan landasan Islam, lanjutnya, saat menjadi narasumber terakhir kegiatan Dauroh Aswaja Internasional Lil Gawagis se-Jawa Timur di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya. Bahkan sebelumnya yakni saat pra-kemerdekaan, para pejuang dan pahlawan serta syuhada' tidak tehitung jumlahnya dalam berperang dengan penjajah. "Ada Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, dan sebagainya yang mereka telah mengorbankan harta hingga nyawa untuk kemerdekaan ini," kata dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang ini. Sehingga keberadaan NKRI ini dibangun di atas tulang belulang para syuhada dan ulama, lanjutnya. Karenanya sangat beralasan kalau kemudian NU sebagai organisasi sosial keagamaan menerima Pancasila mengawali organisasi serupa di tanah air. "Karena dari Pancasila telah tercakup seluruh pesan keagamaan yang memang diperjuangkan oleh NU," terangnya. Tentu saja NU dan kiai akan menolak ajakan sejumlah partai politik dan ormas yang akan memperjuangkan negara Islam versi mereka. "Bagaimana kita bisa percaya dengan golongan yang mewacanakan untuk mendirikan negara Islam" katanya. Bukankah secara konsepsional, antara mereka belum satu kata dalam memaknai negara Islam? Ada yang mendambakan khilafah islamiyah jumhiriyah, mamlakah, imamiyah dan sebagainya. "Ini belum termasuk membicarakan para pendiri organisasi dan partai politik tersebut," sergahnya. Kiai Marzuki kemudian mengajak para gus dan ning untuk membandingkan ketokohan dan kelayakan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU dan ulama lainnya dengan para pendiri partai dan organisasi keagamaan baru tersebut. "Kalau dibandingkan ya bainas sama' wa sumur minyak," katanya sembari tertawa. Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Kiai Marzuki memastikan bahwa di bawah NKRI, segala amaliyah dilindungi dengan baik. "Di Indonesia tahlilan jalan, juga istigatsah, dibaan, barzanji, ziarah kubur dan sejenisnya dilindungi," terangnya. Bagaimana kondisi yang sudah aman dan tentram serta teruji ini akan diganti dengan model kepemimpinan seperti khilafah dan sejenisnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa amaliyah warga NU akan terpelihara saat sistem pemerintahan di negeri ini diganti. "Saat saya hendak makan singkong, tiba-tiba ada teman yang mencegah dan menyuruh membuang singkong yang sudah siap disantap," kata Kiai Marzuki memberi tamsil. Sang teman kemudian menjanjikan akan menyediakan roti dan makanan lezat yang lain. Akan tetapi makanan lezat yang disampaikan hanya janji bahkan tidak pernah ada. "Kalau saya menerima tawaran itu kan berarti bodoh?" sergahnya. Itulah perumpamaan kalau kemudian Indonesia akan diubah dengan sistem lain. "Bagaimana mungkin warga NU dan mayoritas umat Islam akan menerima sistem baru yang belum teruji dengan membuang sistem pemerintahan yang telah menjamin banyak hal?" katanya dengan nada bertanya. Mantan Rais PCNU Kota Malang ini memang tidak menampik kalau sistem Pancasila ada kekurangan. "Tapi kita telah diajarkan oleh salafus shalih bahwa apa yang tidak dapat diraih seluruhnya, maka jangan ditinggalkan semuanya," katanya. Jangan karena sistem belum sempurna maka akan diganti dengan sistem baru, apalagi memang belum teruji, lanjutnya. "Dengan sejumlah alasan tersebut, tidak ada pilihan bagi warga NU kecuali semakin mantap dalam berjam'iyah serta kukuh menjaga negeri ini bahkan dikatakan bahwa NKRI harga mati," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

2.SEJARAH NU
Setibanya di Tebuireng, santri As’ad (KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo) menyampaikan tasbih yang dikalungkan oleh dirinya dan mempersilakan KH Hasyim Asy’ari untuk mengambilnya sendiri dari leher As’ad. Bukan bermaksud As’ad tidak ingin mengambilkannya untuk Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan As’ad tidak ingin menyentuh tasbih sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari. Sebab itu, tasbih tidak tersentuh sedikit pun oleh tangan As’ad selama berjalan kaki dari Bangkalan ke Tebuireng. Setelah tasbih diambil, Kiai Hasyim Asy’ari bertanya kepada As’ad: “Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?” Kontan As’ad hanya menjawab: “Ya Jabbar, Ya Qahhar”, dua asmaul husna tarsebut diulang oleh As’ad hingga tiga kali sesuai pesan sang guru. Setelah mendengar lantunan itu, Kiai Hasyim Asy’ari kemudian berkata, “Allah SWT telah memperbolehkan kita untuk mendirikan jam’iyyah”. (Choirul Anam, 2010: 72) Riwayat tersebut merupakan salah satu tanda atau petunjuk di antara sejumlah petunjuk berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Akhir tahun 1925 santri As’ad kembali diutus Mbah Cholil untuk mengantarkan seuntai tasbih lengkap dengan bacaan Asmaul Husna (Ya Jabbar, Ya Qahhar. Berarti menyebut nama Tuhan Yang Maha Perkasa) ke tempat yang sama dan ditujukan kepada orang sama yaitu Mbah Hasyim. Petunjuk sebelumnya, pada akhir tahun 1924 santri As’ad diminta oleh Mbah Cholil untuk mengantarkan sebuah tongkat ke Tebuireng. Penyampaian tongkat tersebut disertai seperangkat ayat Al-Qur’an Surat Thaha ayat 17-23 yang menceritakan Mukjizat Nabi Musa as. Awalnya, KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) sekitar tahun 1924 menggagas pendirian Jam’iyyah yang langsung disampaikan kepada Kiai Hasyim Asy’ari untuk meminta persetujuan. Namun, Kiai Hasyim tidak lantas menyetujui terlebih dahulu sebelum ia melakukan sholat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT. Sikap bijaksana dan kehati-hatian Kiai Hasyim dalam menyambut permintaan Kiai Wahab juga dilandasi oleh berbagai hal, di antaranya posisi Kiai Hasyim saat itu lebih dikenal sebagai Bapak Umat Islam Indonesia (Jawa). Kiai Hasyim juga menjadi tempat meminta nasihat bagi para tokoh pergerakan nasional. Peran kebangsaan yang luas dari Kiai Hasyim Asy’ari itu membuat ide untuk mendirikan sebuah organisasi harus dikaji secara mendalam. Hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari dikisahkan oleh KH As’ad Syamsul Arifin. Kiai As’ad mengungkapkan, petunjuk hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari justru tidak jatuh di tangannya untuk mengambil keputusan, melainkan diterima oleh KH Cholil Bangkalan, yang juga guru Mbah Hasyim dan Mbah Wahab. Dari petunjuk tersebut, Kiai As’ad yang ketika itu menjadi santri Mbah Cholil berperan sebagai mediator antara Mbah Cholil dan Mbah Hasyim. Ada dua petunjuk yang harus dilaksanakan oleh Kiai As’ad sebagai penghubung atau washilah untuk menyampaikan amanah Mbah Cholil kepada Mbah Hasyim. Dari proses lahir dan batin yang cukup panjang tersebut menggamabarkan bahwa lika-liku lahirnya NU tidak banyak bertumpu pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi. NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT. Terlihat di sini, fungsi ide dan gagasan tidak terlihat mendominasi. Faktor penentu adalah konfirmasi kepada Allah SWT melalui ikhtiar lahir dan batin. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa berdirinya NU merupakan rangkaian panjang dari sejumlah perjuangan. Karena berdirinya NU merupakan respons dari berbagai problem keagamaan, peneguhan mazhab, serta alasan-alasan kebangsaan dan sosial-masyarakat. Digawangi oleh KH Wahab Chasbullah, sebelumnya para kiai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916 serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918. Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya, yaitu 1914 juga mendirikan kelompok diskusi yang ia beri nama Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran, ada juga yang menyebutnya Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran. Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas. Komite Hijaz Embrio lahirnya NU juga berangkat dari sejarah pembentukan Komite Hijaz. Problem keagamaan global yang dihadapi para ulama pesantren ialah ketika Dinasti Saud di Arab Saudi ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW karena menjadi tujuan ziarah seluruh Muslim di dunia yang dianggap bid’ah. Selain itu, Raja Saud juga ingin menerapkan kebijakan untuk menolak praktik bermadzhab di wilayah kekuasaannya. Karena ia hanya ingin menerapkan Wahabi sebagai mazhab resmi kerajaan. Rencana kebijakan tersebut lantas dibawa ke Muktamar Dunia Islam (Muktamar ‘Alam Islami) di Makkah. Bgai ulama pesantren, sentimen anti-mazhab yang cenderung puritan dengan berupaya memberangus tradisi dan budaya yang berkembang di dunia Islam menjadi ancaman bagi kemajuan peradaban Islam itu sendiri. Choirul Anam (2010) mencatat bahwa KH Wahab Chasbullah bertindak cepat ketika umat Islam yang tergabung dalam Centraal Comite Al-Islam (CCI)--dibentuk tahun 1921--yang kemudian bertransformasi menjadi Centraal Comite Chilafat (CCC)—dibentuk tahun 1925--akan mengirimkan delegasi ke Muktamar Dunia Islam di Makkah tahun 1926. Sebelumnya, CCC menyelenggarakan Kongres Al-Islam keempat pada 21-27 Agustus 1925 di Yogyakarta. Dalam forum ini, Kiai Wahab secara cepat menyampaikan pendapatnya menanggapi akan diselenggarakannya Muktamar Dunia Islam. Usul Kiai Wahab antara lain: “Delegasi CCC yang akan dikirim ke Muktamar Islam di Mekkah harus mendesak Raja Ibnu Sa’ud untuk melindungi kebebasan bermadzhab. Sistem bermadzhab yang selama ini berjalan di tanah Hijaz harus tetap dipertahankan dan diberikan kebebasan”. Kiai Wahab beberapa kali melakukan pendekatan kepada para tokoh CCC yaitu W. Wondoamiseno, KH Mas Mansur, dan H.O.S Tjokroamonoto, juga Ahmad Soorkatti. Namun, diplomasi Kiai Wahab terkait Risalah yang berusaha disampaikannya kepada Raja Ibnu Sa’ud selalu berkahir dengan kekecewaan karena sikap tidak kooperatif dari para kelompok modernis tersebut. Hal ini membuat Kiai Wahab akhirnya melakukan langkah strategis dengan membentuk panitia tersendiri yang kemudian dikenal dengan Komite Hijaz pada Januari 1926. Pembentukan Komite Hijaz yang akan dikirim ke Muktamar Dunia Islam ini telah mendapat restu KH Hasyim Asy’ari. Perhitungan sudah matang dan izin dari KH Hasyim Asy’ari pun telah dikantongi. Maka pada 31 Januari 1926, Komite Hijaz mengundang ulama terkemuka untuk mengadakan pembicaraan mengenai utusan yang akan dikirim ke Muktamar di Mekkah. Para ulama dipimpin KH Hasyim Asy’ari datang ke Kertopaten, Surabaya dan sepakat menunjuk KH Raden Asnawi Kudus sebagai delegasi Komite Hijaz. Namun setelah KH Raden Asnawi terpilih, timbul pertanyaan siapa atau institusi apa yang berhak mengirim Kiai Asnawi? Maka lahirlah Jam’iyah Nahdlatul Ulama (nama ini atas usul KH Mas Alwi bin Abdul Aziz) pada 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Riwayat-riwayat tersebut berkelindan satu sama lain, yaitu ikhtiar lahir dan batin. Peristiwa sejarah itu juga membuktikan bahwa NU lahir tidak hanya untuk merespons kondisi rakyat yang sedang terjajah, problem keagamaan, dan problem sosial di tanah air, tetapi juga menegakkan warisan-warisan kebudayaan dan peradaban Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Tepat pada 31 Januri 2020, Nahdlatul Ulama berusia 94 tahun dalam hitungan tahun masehi. Sedangkan pada 16 Rajab 1441 mendatang, NU menginjak umur 97 tahun. Selama hampir satu abad tersebut, NU sejak awal kelahirannya hingga saat ini telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Setiap tahun, Harlah NU diperingati dua kali, 31 Januari dan 16 Rajab. Penulis: Fathoni Ahmad Editor: Abdullah Alawi


3.PERAN NU untuk NKRI
Jakarta, NU Online Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan supremasi peran Nahdlatul Ulama (NU) untuk bangsa dan negara. Hal ini ia sampaikan saat melakukan pidato kebudayaan dalam rangka Harlah ke-91 NU, Selasa (31/1) di halaman Gedung PBNU Jakarta. Peran tersebut menurut Kiai Said ditopang kuat oleh para kiai di kampung dan puluhan ribu pesantren yang dimiliki oleh NU. “Merekalah perekat kehidupan berbangsa dan mempunyai peran kuat dalam membentuk karakter bangsa yang santun, ramah, dan kuat,” ujar Kiai Said di hadapan warga NU, pejabat negara, dan tamu undangan yang memadati Gedung PBNU. Berikut penegasan peran NU oleh Kiai Said dalam pidato kebudayaannya: Adalah Nahdlatul Ulama Jauh sebelum Indonesia merdeka pada Muktamar 1936 di Banjarmasin menyatakan bahwa Indonesia adalah Darussalam. Adalah Nahdlatul Ulama Yang para pemimpinya terlibat aktif membidani kemerdekaan Indonesia. Melalui BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945. Adalah Nahdlatul Ulama Yang menyerukan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, kewajiban mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Adalah Nahdlatul Ulama Yang berdiri terdepan melawan PKI pada tahun 1965 menyelamatkan Pancasila. Adalah Nahdlatul Ulama Di era orde baru menjadi Ormas yang pertama kali menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Adalah Nahdlatul Ulama Yang terlibat aktif melahirkan era reformasi. Adalah Nahdlatul Ulama Yang menolak radikalisme agama dan sentimen SARA, yang kini mengancam keutuhan NKRI. Adalah Nahdlatul Ulama Yang puluhan juta warganya istiqomah membentengi Indonesia dari ekstrimisme kiri maupun ekstrimisme kanan. Adalah Nahdlatul Ulama Payung besar tegaknya toleransi beragama di Indonesia Adalah Nahdlatul Ulama. Yang genap berusia 91 tahun pada 31 Januari 2017, dan tidak pernah sekalipun melakukan bughat/makar terhadap Pancasila dan NKRI. Inilah Nahdlatul Ulama Meski dibully, difitnah, dan dicaci tetap berdiri membela NKRI. “Saudaraku sekalian, marilah melayani Nahdlatul Ulama seikhlas NU melayani NKRI,” tegas Kiai Said. (Fathoni)

4.MENGENAL dan MEMAHAMI IDEOLOGI NEGARA
Memahami ideologi bangsa Indonesia menjadi penting, agar rasa nasionalisme bisa tertanam didalam diri bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan wakil ketua MPR RI Mahyudin saat berpidato pada acara Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Alawiyah, Universitas Islam As Syafi’iyah, Senin (21/09/2015). Kegiatan ini diikuti sekitar 450 mahasiswa menampilkan narasumber Abdul Malik Haramayn (Fraksi PKB) dan Hardisoesilo (Fraksi Golkar). “Penting sekali memahami tentang ideologi bangsa kita, memahami dasar Negara kita, memahami pemersatu kita yaitu Pancasila. Agar tertanam rasa nasionalisme yang kuat,” ujarnya. Beliau pun menjelaskan jika kegiatan ini merupakan tugas MPR RI yaitu untuk memasyarakatkan pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika lewat sosialisasi Empat Pilar. Selain itu, MPR RI juga mengkaji sistem ketatanegaraan UUD 1945 dan pelaksanaannya, serta menyerap aspirasi masyarakat terkait penerapan UUD 1945. Ia pun melanjutkan jika isi dari Sosialisasi Empat Pilar ialah Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, Undang-Undang NRI 1945 sebagai konstitusi Negara dan merupakan sumber hukum di Indonesia, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara. Selain itu, pada kesempatan ini Ia menjelaskan jika dirinya mengkhawatirkan Indonesia hanya menjadi pasar negara lain ketika Mayarakat Ekonomi Asean diberlakukan pada akhir tahun ini. Penduduk Indonesia yang besar menjadi potensial market Negara lain. Menurutnya, untuk menghadapi MEA para mahasiswa perlu mendalami ideologi Pancasila sehingga memiliki nasionalisme yang kuat. "Kita bangun rasa nasionalisme. Kita bangkitkan kebanggaan pada Tanah Air. Buat diri kita bangga terhadap Indonesia. Kalau nasionalisme itu tidak ditumbuhkan, Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara lain," kata Mahyudin. Untuk itu, Mahyudin setuju dengan kebijakan pemerintah yang meletakkan perguruan tinggi di bawah kementerian riset. "Perguruan tinggi memang harus berorientasi riset, tidak hanya mencetak sarjana. Dengan riset maka akan memotivasi kalangan muda bangkit membawa Indonesia menjadi negara yang dibanggaka, dan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air," katanya.


BAB III
KESIMPULAN
Dari materi-materi yang sudah disampaikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) Didirikan pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar, Nahdlatul Ulama menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis), Jumlah warga Nahdlatul Ulama atau basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 40 juta orang, dari beragam profesi. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata, baik di kota maupun di desa. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial-ekonomi memiliki masalah yang sama, selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah dan pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU.


DAFTAR PUSTAKA
1.https://www.nu.or.id/post/read/66527/ini-alasan-mengapa-harus-setia-kepada-nu-dan-nkri
2.https://www.nu.or.id/post/read/116035/sejarah-singkat-berdirinya-nahdlatul-ulama
3.https://www.nu.or.id/post/read/75088/penegasan-peran-nu-untuk-bangsa-dan-negara-oleh-kiai-said
4.https://nasional.kompas.com/read/2015/09/22/09574071/Pentingnya.Memahami.Ideologi.Bangsa.Indonesia.

MAKALAH IPNU dan IPPNU

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
(IPNU dan IPPNU)

TUGAS MAKALAH CALON Latihan Kader Muda (LAKMUD) PAC. IPNU IPPNU Wanasari dari tugas Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) II sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) III




Oleh:
Rodotul Suci Muslimah

PIMPINAN RANTING
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
DESA SIGENTONG
Jalan P.G. Banjaratma Desa Sigentong Kec. Wanasari Kab. Brebes 52252

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

Sesungguhnya dewasa ini tengah terjadi krisis multidimensional dalam segala aspek kehidupan di tengah-tengah masyarakat kita. Terjadinya kezhaliman, kebodohan, ketidak adilan di segala bidang, kemerosotan moral, meningkatnya tindak kriminal dan berbagai penyakit sosial lainnya seolah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kemajuan ilmu, tekhnologi, dan seni tidak di imbangi dengan kebudayaan dan peradaban yang pantas dan berkualitas, sehingga ilmu dan tekhnologi telah melahirkan manusia-manusia yang kurang beradab. Hal ini dapat kita rasakan dengan adanya krisis moral yang sedang melanda bangsa ini.
Salah satu penyakit moral bangsa ini adalah kenakalan remaja yang semakin hari semakin mewabah dimana-mana. Menurunnya akhlak dan moralitas pelajar ditandai dengan semakin meningkatnya tindak kekerasan dan criminal seperti tawuran antar pelajar, pergaulan dan seks bebas dan tindak asusila lainnya, semua berkembang menjadi fenomena social yang sedemikian meresahkan. Jumlah pelaku di kalangan pelajar terus mengalami peningkatan dari waktu kewaktu.
Pada dasarnya pendidikan nasional di Indonesia berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jika melihat dunia pendidikan, seharusnya seorang pelajar atau akademisi memiliki nilai-nilai luhur yang termanifestasikan didalam perilaku dan sikapnya. Pelajar inilah yang kemudian membedakannya dengan kalangan atau lapisan masyarakat yang lain serta memiliki nilai prestise tersendiri. Ditambah lagi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang religius, dengan ditandai mayoritas beragama islam. Dengan demikian seharusnya lebih tidak pantas lagi ketika seorang pelajar yang merupakan bagian dari masyarakat yang religious menyelesaikan masalah dengan proses perkelahian dan kekerasan. Lebih ironis lagi kualitas pendidikan di Indonesia juga tidak meningkat secara signifikan dan masih banyak masalah pelajar di Indonesia selain kekerasan, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan tindak kriminal lain.
Keadaan tersebut mendorong lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memberi pengetahuan, keterampilan, dan mengembangkannya baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Salah satu pendidikan non formal itu adalah melalui organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) adalah organisasi pelajar yang berada dibawah naungan jam‟iyyah Nahdlatul Ulama (NU), dalam sisi ini IPNU IPPNU merupakan tempat berhimpun , wadah berkomunikasi, aktualisasi, dan kaderisasi pelajar NU. Sementara disisi lain IPNU IPPNU merupakan bagian integral dari generasi muda terpelajar Indonesia yang menitikberatkan bidang garapanya pada pembinaan pelajar dan remaja pada umumnya.
Dengan posisi strategis itulah IPNU IPPNU mengemban mandat sejarah yang tidak ringan. Di satu sisi sebagai badan otonom Nadlatul Ulama, IPNU juga melakukan kaderisasi NU pada segmen pelajar, santri dan remaja. Pada saat yang sama, sebagai organisasi pelajar IPNU juga di tuntut mamainkan peran sebagai organ garakan pelajar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan pelajar ditanah air.
IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) memiliki tugas dan peran besar didalam problem solving terkait permasalahan pelajar, seperti tawuran dan kekerasan atau anarkisme. Peran IPNU IPPNU adalah sebagai internalisator nilai atau penanaman nilai. IPNU IPPNU tentu saja memiliki nilai-nilai luhur karena lahir dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama yang berasaskan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, dimana islam Ahlussunnah wal Jama’ah dikenal sebagai (firqah) Islam yang mampu menampilkan Islam yang sebenarnya, yaitu salah satunya bersifat moderat. IPNU IPPNU dapat menjalankan peranya dengan berbagai banyak kegiatan, misalkan role play kegiatan keagaman, pendampingan keagamaan, seminar, berdakwah, mendekatkan pelajar dengan tokoh-tokoh sejarah Islam dan sebagainya. Dengan motto “ Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa” maka organisasi IPNU IPPNU sangat berpengaruh dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual, social, dan emosional bagi pelajar\remaja.

B.RUMUSAN MASALAH
Dari Latar Belakang yang dipaparkan di atas maka bisa ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.IPNU dan IPPNU Sebagai Organisasi Keterpelajaran
2.Peran IPNU dan IPPNU dimasyarakat
3.Sejarah IPNU dan IPPNU
C.TUJUAN
Dari Rumusan Masalah yang dijelaskan diatas maka dapat ditarik tujuan sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui kenapa IPNU dan IPPNU Sebagai Organisasi Keterpelajaran
2.Untuk mengetahui Peran IPNU dan IPPNU dimasyarakat
3.Untuk mengetahui Sejarah IPNU dan IPPNU


BAB II
PEMBAHASAN
1.IPNU dan IPPNU sebagai Organisasi Keterpelajaran
IPNU-IPPNU sebagai organsasi yang bersifat keterpelajaran, kekaderan kemasyarakatan, kebangsaan dan keagaman yang berhaluan Islam Ahlussnuah Waljamaah, ternyata dalam perkembangannya mengalami perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh tuntutan situasi dan kondisi. Oleh karenanya menjadi kewajiban setiap warga IPNU-IPPNU untuk terus mempelajari perubahan itu, mengkajinya kemudian mencoba untuk mengantisipasinya. Dan tentunya faktor historis sangat mendukung pula apabila warganya juga senantiasa merenunginya, mempelajari motivasi apa yang melatar belakangi kelahirannya, dan bagaimana perkembangan organisasi ini dari masa ke masa. Karena dari segi historis pula kita akan mampu untuk menentukan langkah dan alternatif apa yang terbaik yang akan kita jadikan saran untuk terus menyebarluaskan IPNU-IPPNU sekaligus wadah generasi muda NU untuk menyalurkan aspirasi sekaligus sebagai media dakwah.
“IPNU-IPPNU sebagai Organisasi Keterpelajaran itu dalam konteks kaderisasi In-Formal dan Non-Formal dimana isinya mengandung aspek-aspek pengetahuan diluar wawasan ke-IPNU dan IPPNU-an dan atau ke-NU-an. Disebut pula bersifat keterpelajaran yaitu berkaitan dengan anggota IPNU dan IPPNU yang secara global berusia pelajar/mahasiswa.” Kata Rekan Wahyu Haryanto PAC. IPNU Wanasari.
2.Peran IPNU - IPPNU Bagi Masyarakat
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan organisasi badan otonom dari NU seperti halnya Ansor, Fatayat, maupun Muslimat. Keanggotaan IPNU-IPPNU berdasarkan usia ialah 12 s.d 27 tahun, maka bisa diartikan bahwa peran IPNU-IPPNU sangat penting untuk NU di masa yang akan datang. IPNU - IPPNU, dengan jenjang kaderisasinya yang sangat tertata rapih, sangat berpotensi dan berpeluang besar untuk melahirkan para pelajar-pelajar NU yang berkualitas, baik berkualitas sebagai akademisi, organisatoris, dan tentu dengan berbekal ilmu keagamaan yang mumpuni serta didasari dengan akhlakul karimah.
Untuk menjawab tantangan zaman yang semakin komplek kehancuran diri kemanusiaan, degradasi moral bangsa, khususnya kaum muda termasuk pelajar, lunturnya nilai-nilai luhur dari local genius (kearifan lokal), derasnya arus informasi dari segala arah, tanpa bisa dibendung lagi, yang mengakibatkan perpecahan disetiap lapisan masyarakat, entah itu pejabat pemerintah, pimpinan partai politik, antar pimpinan umat beragama, dan antar ormas di dunia, maka IPNU - IPPNU adalah pilihan tepat bagi para pelajar Indonesia, khususnya pelajar NU untuk menambah pengetahuan tentang agama, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, menata akhlak dan budi pekerti, berproses dalam organisasi (belajar kepemimpinan, keorganisasian, dsb.) serta memperluas wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi "ummatan wasathan" sebagaimana yang dicita-citakan oleh sesepuh NU terdahulu.
Ummatan Wasathan atau ummat penengah ialah suatu ummat yang selalu memposisikan dirinya sebagai penengah dari setiap permasalahan berbangsa maupun beragama. Ketika ada kaum radikalis (katakan saja teroris) dan dilain sisi ada kaum liberal yang memahami agama dengan bebas dan sesuka hati, maka ummatan wasathan ialah mereka yang tidak memihak sekaligus tidak memusuhi keduanya, kecuali karena Allah mengizinkan dan faktor cinta tanah air. Dan yang dimusuhi bukan orangnya tetapi perilakunya.
Pimpinan Ranting IPNU - IPPNU Desa Sigentong Kecamatan Wanasari yang secara sosio-geografis berada di wilayah pedesaan sangat berperan penting bagi para pelajar di wilayah tersebut, yang mayoritas ialah warga nahdliyyin. Kegiatan-kegiatan apa pun, walau pun sangat sederhana, pasti memiliki manfaat dan nilai keberkahan tersendiri, apa lagi dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan diantaranya kegiatan rutinan yakni Jamiyah Pembacaan Al Barzanji setiap malam sabtu 2 minggu sekali.
3.SEJARAH IPNU dan IPPNU
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
Sejarah lahirnya IPNU
Berawal dari ide para putra Nahdlatul Ulama, yakni pelajar dan santri pondok pesantren untuk mendirikan suatu kelompok atau perkumpulan:
Pada tahun 1939 lahir PERSANO (Persatoean Santri Nahdlatoel Oelama).
Pada tahun 1947 Lahir IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) di Malang.
Pada tahun 1950 berdiri IMNU (Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama di Semarang.
PARPENO (Persatoean Pelajar Nahdlatoel Oelama) di Kediri.
Di Bangil berdiri Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Ulama.

Namun organisasi-organisasi yang telah berdiri di atas masih berjuang sendiri-sendiri dan tidak mengenal di antara satu sama lain. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, maka Almarhum Tholcha Mansyur (Malang), Sofyan Cholil (Jombang), H. Mustamal (Solo) bermusyawarah untuk mempersatukan organisasi-organisasi tersebut dalam satu wadah, satu nama dan satu faham dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) saat berlangsung kongres LP Ma’arif di Semarang pada tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil akhir 1373 Hijriyah.
Pada kongres ke VI di Surabaya IPNU menjadi badan otonom NU (Nahdlatul Ulama). Sehingga IPNU Berhak mengatur rumah tangganya sendiri baik ke luar maupun ke dalam, tidak lagi tergantung kepada kebijakan LP Ma’arif.
Pada perkembangan selanjutnya IPNU berubah nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama saat kongres ke X di Jombang disebabkan organisasi pelajar yang diakui pemerintah hanya OSIS sebagai organisasi intra sekolah dan Pramuka sebagai organisasi ekstra sekolah. Sehingga ladang garap IPNU tidak hanya pelajar dan santri saja, tetapi juga pemuda, remaja dan mahasiswa.
Di dalam kongres XIV tanggal 18 – 24 Juni 2003 di Surabaya IPNU sepakat untuk kembali ke habitatnya semula dengan berganti nama menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan orientasi pelajar, santri dan mahasiswa.
Lahirnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan wadah pengkaderan bagi generasi muda NU yang bersumber dari kalangan pesantren dan pendidikan umum, yang diharapkan dapat berkiprah di berbagai bidang, baik politik (kebangsaan), birokrasi, maupun bidang-bidang profesi lainnya. Pada awalnya embrio organisasi ini adalah berbagai organisasi atau asosiasi pelajar dan santri NU yang masih bersifat lokal dan parsial.
Fungsi & Tujuan Organisasi :
Fungsi
a.Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran.
b.Wadah pengkaderan pelajar Nahdlatul Ulama untuk mempersiapkan kader-kader bangsa dan kepemimpinan Nahdlatul Ulama.
c.Wadah penguatan pelajar Nahdlatul Ulama dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah
Tujuan
Tujuan IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Usaha, Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka IPNU melaksanakan usaha-usaha:
1)Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi.
2)Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus   perjuangan bangsa.
3)Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan program perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat guna terwujudnya khaira ummah.
4)Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.


Lambang Organisasi
Gambar Logo IPNU



Makna Logo
Bulat yang berarti kontinyu/istiqomah.
Bertuliskan I.P.N.U tiga titik bermakna Iman, Islam dan Ihsan.
Tulisan IPNU diapit tiga garis sejajar yang melambangkan rukun iman.
Sudut bintang lima melambangkan rukun islam.
Bintang melambangkan cita-cita yang tinggi.
Bintang besar di bawah tulisan IPNU melambangkan Nabi Muhammad SAW.
Empat bintang sebelah kanan melambangkan khulafaurrosyidin.
Empat bintang sebelah kiri melambangkan empat madzhab.
Dua buah kitab artinya Alqur’an dan Hadits.
Bulu melambangkan ilmu.
Dua bulu angsa bersilang melambangkan sintesa menuntut ilmu umum dan ilmu agama.
Warna hijau berarti kesuburan, warna kuning berarti kejayaan ( hikmah dan cita-cita yang tinggi) serta warna putih berarti suci

Struktur Organisasi IPNU
1.Pimpinan tertinggi IPNU di ibu kota Negara disebut Pimpinan Pusat
IPNU (PP IPNU)
2.Pimpinan IPNU di provinsi disebut Pimpinan Wilayah IPNU (PW IPNU)
3.Pimpinan IPNU di kabupaten/kota disebut Pimpinan Cabang IPNU (PC IPNU)
4.Pimpinan IPNU di kecamatan disebut Pimpinan Anak Cabang IPNU (PAC IPNU)
5.Pimpinan IPNU di desa/kelurahan disebut Pimpinan Ranting IPNU (PR IPNU)
6.Pimpinan IPNU di Lembaga Pendidikan perguruan tinggi, pondok pesantren, SLTP/MTs, SLTA/MA dan yang sederajat disebut Pimpinan Komisariat IPNU (PK IPNU)

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU adalh organisasi pelajar yang menghimpun pelajar dan santri perempuan Nahdlatul Ulama. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 rajab 1374/ 2 maret 1955 di Solo, Jawa Tengah. Salah seorang pendirinya bernama Hj. UMRAH MAHFUDHAH.
Semula IPPNU merupakan bagian dari lembaga Pendidikan ma’arif, tetapi sejak kongres di Surabaya tahun 1966, IPPNU mellepaskan diri dari LP. Maarif dan menjadi salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama.
IPPNU pernah beralih dari organisasi pelajar kepada organisasi remaja. Pada saat konggres ke-9 di Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang tanggal 28 Januari – 1 Pebruari 1988, kepanjangan IPPNU berubah menjadi Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama.
Baru pada konggres IPPNU ke-13 di Surabaya tahun 2003 kepanjangan IPPNU kembali menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.
TUJUAN IPPNU
Sebagai bagian dari badan otonom Nahdlatul Ulama, IPPNU mempunyai tiga fungsi utama, yaitu:
1)Sebagai wadah berhimpun pelajar dan santri putri NU untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyin.
2)Sebagai wadah komunikasi pelajar dan santri putri NU untuk menggalang ukhuwah Islamiyah dan Syiar Islam.
3)Sebagai wadah kaderisasi pelajar dan santri putri NU untuk mempersiapkan Kaderisasi bangsa.


Lambang Organisasi
Gambar Logo IPPNU



Makna Logo
warna Dasar Hijau melambangkan Kesuburan, Kebesaran.
Warna Putih bermakna suci.
Warna Kuning bermakna Hikmah yang tinggi.
Bentuk Segitiga melambangkan Istiqomah, kokoh dan iman, Islam, Ikhsan.
Lima Titik Dalam Kata IPPNU bermakna Rukun Islam.
Dua Kuncup Bunga Melati melambangkan Perempuan dengan Kebersihan Fikiran dan Kesucian Hati.
Dua Garis Putih mengapit Garis Kuning bermakna Dua Kalimat Syahadat.
Bintang bermakna Ketinggian Cita-Cita.
Sembilan Bintang melambangkan Lambang Keluarga NU, yaitu : Satu Bintang Besar di tengah : Nabi Muhammad SAW, Empat Bintang Kanan : Khulafaur Rasyidin, Empat Bintang Kiri : Madzhabb Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali).
Dua Kitab bermakna Al-Qur’an dan Hadist.
Dua Bulu Angsa Bersilang melambangkan Sintesa antara Ilmu Agama dan Ilmu Umum


Mars Ipnu dan Mars IPPNU

MARS IPNU

Wahai pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekad bulat bersatu di bawah kibaran panji IPNU
Ayohai pelajar islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang kucinta
Dengan berpedoman kita belajar, berjuang serta bertaqwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar islam jaya tunaikanlah kewajiban yang mulia
Ayo maju…. pantang mundur….
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju…. Pantang mundur….
Pasti tercapai adil makmur

MARS IPPNU

Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul genderang
S’gala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita
Di malam yang sepi di pagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Di malam yang hening di hati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga di taman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa negeri


BAB III
KESIMPULAN
Dari materi-materi yang sudah disampaikan menyimpulkan bahwasanya banyak ragam organisasi di Indonesia yang dapat di jadikan sarana belajar, bermasyarakat, bersosialisasi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa ini. Sebagai generasi muda kita perlu terjun membangun masyarakat salah satunya, tentu saja yang sesuai dengan usia, selera dan keyakinan agama kita. Karena kita tahu keyakinan adalah dasar utama untuk hidup, tanpa keyakinan hidup akan berlalu tanpa membuahkan perjuangan. Oleh karena itu untuk meyakini suatu hal., kita perlu lebih dahulu mengetahui sebenarnya segala sesuatu, apa dan bagaimana hal tersebut, termasuk dengan IPNU dan IPPNU.
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) adalah organisasi pelajar yang berada dibawah naungan jam‟iyyah Nahdlatul Ulama (NU), dalam sisi ini IPNU IPPNU merupakan tempat berhimpun , wadah berkomunikasi, aktualisasi, dan kaderisasi pelajar NU. Sementara disisi lain IPNU IPPNU merupakan bagian integral dari generasi muda terpelajar Indonesia yang menitikberatkan bidang garapanya pada pembinaan pelajar dan remaja pada umumnya. Dengan posisi strategis itulah IPNU IPPNU mengemban mandat sejarah yang tidak ringan. Di satu sisi sebagai badan otonom Nadlatul Ulama, IPNU juga melakukan kaderisasi NU pada segmen pelajar, santri dan remaja. Pada saat yang sama, sebagai organisasi pelajar IPNU-IPPNU juga di tuntut mamainkan peran sebagai organisasi garakan pelajar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan pelajar ditanah air terutama Islam yang berhaluan ahlu sunnah wal jamaah.
Berdasarkan klasifikasi diatas, bahwasanya Peran Organisasi Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) sangat penting dalam Meningkatkan Karakter Religius Pelajar, seperti halnya dalam kegiatan ke-IPNU IPPNUan yang bersifat religius atau keagamaan.
IPNU-IPPNU merupakan garda depan kaderisasi NU dan salah satu badan otonom di lingkungan NU. Sebagai organisasi kader NU, maka baik aqidah-asasnya juga mengikuti NU. Tepatnya, IPNU beraqidah Islam yang berhaluan ahlussunnah wal jama‟ah.
IPNU-IPPNU sangatlah penting dalam meningkatkan karakter religius pelajar , hal ini dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bernuansa religius, ataupun forum rohani, selain dapat meningkatkan karakter relius pelajar juga dapat menjadi penerus NU yang tangguh dan berhaluan ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah. Serta dengan adanya organisasi IPNU IPPNU dapat membentuk pelajar untuk menjadi uswatun khasanah utuk kelangan pelajar yang lain. Dengan adanya kegiatan-kegiatan religius seperti yang sudah di jelaskan di atas akan dapat membangun karakter religius seperti halnya kegiatan bakti sosial, santunan anak yatim, buka bersama, kajian keagamaan, kegiatan pengajian memperingati hari besar dan masih banyak yang lain. Dengan kegiatan tersebut maka pelajar akan terbiasa berbuat baik dan bertingkatlah karakter religiusnya.

DAFTAR PUSTAKA
1.http://pelajarnutropodo.blogspot.com/2017/10/materi-ke-ipnu-ippnu-an.html

Senin, 02 Maret 2020

Puisi Dengan Tema Kemanusiaan




"Aku Melihat Keikhlasannya"
Oleh : Rodotul Suci Muslimah

Sapu lidi senjatanya
Jalanan tempat kerjanya
Sarung tangan pelindung tangannya
Topi kerucut pelindung mahkotanya

Kaki melangkah mencium aspal
Terbungkus sepatu menjulang ke dengkul
Kecilnya debu ia ambil masukkan kebakul
Tak pernah berhenti sampai semuanya terkumpul

Dari jauh kulihat sebuah mobil tengah melaju tepat kearah ia menyapu
Menjulurkan tangan membuang bingkisan dari dalam tanpa berseteru
Kulihat pula ia hanya mengambil bingkisan itu
Menghela napas tanpa menggerutu

Sungguh sangat mulia wanita penyapu jalanan itu

Brebes, 25 Maret 2019

Minggu, 01 Maret 2020

Puisi dari buku "Hanya Ingin Kau Dengar"




"Secarik Kopi"
Oleh : Rodotul Suci Muslimah

Sunguh aku seperti mengulang masa lampau
Kudapati secarik kopi yang berisi kertas
Kertas manja yang berbicara
Tuangan air panas yang tumpah
Membuatku terlena malam itu

Brebes,30 Juni 2018

Jumat, 09 September 2016

Kumpulan Contoh Permasalahan Perbatasan Antara Indonesia dengan Negara Lain Beserta Penyebab dan Penyelesaian

Kumpulan Contoh Permasalahan Perbatasan Antara Indonesia dengan Negara Lain Beserta Penyebab dan Penyelesaian

Permasalahan Perbatasan Antara Indonesia dengan Negara Lain

Kurikulum 2013 memang menuntut siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Siswa diizinkan mencari sumber referensi sebanyak-banyaknya untuk mengerjakan tugas. Dan slah satu sumber referensi yang banyak digunakan adalah internet. Salah satu yang bisa kalian jadikan referensi adalah posting kali ini yang akan membahas tentang ”Kumpulan Contoh Permasalahan Perbatasan Antara Indonesia dengan Negara Lain Beserta Penyebab dan Penyelesaian”. Kalian tentu mendapat tugas kelompok 2.1 PPKn kelas XI halaman 35 yang berbuni:
2. Setiap wilayah perbatasan Indonesia dengan Negara lain tentunya pernah mengalami beberapa permasalahan. Coba kalian identifikasi permasalah-permasalahan yang melibatkan Indonesia dengan Negara lain yang berkaitan dengan maslah perbatasan. Presentasikan di depan guru dan teman kalian
Di tugas tersebut, kalian diminta mengisi tabel yang sudah tersedia.Di posting ini, saya sudah memberikan masalah-masalah perbatasan dalam bentuk tabel plus dalam bentuk  paragraf. Pertama saya akan menyajikan adalah dalam bentuk table dan dilanjutkan dalam bentuk paragraf.
Tabel
No
Permasalahan
Negara Lain yang Terlibat
Penyelesaian
1
Kasus Ambalat
Malaysia
Melakukan pertemuan liberal guna membahas masalah dengan perundingan, dan memutuskan Pulau Ambalat tetap sebagai wlayah NKRI
2
Kasus Wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datuk
Malaysia
Melalui pertemuan Indonesia – Malaysia di Semarang pada tahun 1978, memutuskan wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datuk menjadi bagian dari wilayah Malaysia
3
Kasus Pulau Simakau
Singapura
Melakukan klarifikasi bahwa pulau yang dimaksud adalah pulau Simakau milik Singapura. Jadi, terdapat dua pulau yang bernama sama yang dimiliki Indonesia dan Singapura
4
Kasus Pulau Batik
Timor Leste
Pemangku adat antara wilayah Perbatasan Amyoung dan Ambenu, ingin menyelesaikan titik batas dan meminta izin pemerintah pusat untuk memfasilitasi tersebut. Kedua Negara belum diperbolehkan beraktivitas di daerah perbatasan tersebut
5
Kasus Pulau Miangas
Filiphina
Dinyatakan lebih lanjut dalam protocol perjanjian ekstradisi Indonesia – Filiphina mengenai defisi wilayah Indonesia yang menegaskan Pulau Miangas adalah Milik Indonesia atas dasar putusan Mahkamah Arbitrase Internasional 4 April 1928
6
Kasus Pulau Nipa
Singapura
Kementrian Pertahanan Mengkampanyekan Untuk Mereklamasi Pulau Nipa karena pada tahun 2004 sampai 2008 penduduk menjual pasir pantai Pulau Nipa kepada Singapura. Langkah KemHan ini menghabiskan dana lebih dari 300 Milyar Rupiah.
Diolah dari: Kamtoboys Cancers
Paragraf
Masalah Perbatasan Indonesia – Timor Leste
Pada pertengahan Oktober 2013, konflik antarwarga di perbatasan Indonesia-Timor Leste kembali pecah. Warga kedua negara saling serang dengan melempar batu dan kayu di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara (Indonesia) dengan Distrik Oecussi (Timor Leste). Konflik ini menimbulkan ketegangan hubungan antarwarga hingga berhari-hari berikutnya (Tempo,15 Oktober 2013). Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi, karena pada akhir Juli 2012 konflik serupa juga terjadi di kabupaten yang sama, tetapi melibatkan warga dari desa yang berbeda. 
Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menarik, karena jenis konflik tersebut hampir tidak terjadi di wilayah perbatasan darat Indonesia lainnya, baik di Kalimantan maupun di Papua. Biasanya masalah yang muncul di wilayah perbatasan darat tersebut berupa belum disepakatinya delimitasi dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antarwarga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di masa depan. Tulisan ini berusaha menjelaskan kronologi konflik komunal tersebut, faktor-faktor penyebab, usaha penyelesaian, dan langkah yang bisa dilakukan ke depan. 
Kronologi Konflik 
Pada Oktober 2013, Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor Leste, di mana menurut warga Timor Tengah Utara, jalan tersebut telah melintasi wilayah NKRI sepanjang 500 m dan juga menggunakan zona bebas sejauh 50 m. Padahal berdasarkan nota kesepahaman kedua negara pada tahun 2005, zona bebas ini tidak boleh dikuasai secara sepihak, baik oleh Indonesia maupun Timor Leste. Selain itu, pembangunan jalan oleh Timor Leste tersebut merusak tiang-tiang pilar perbatasan, merusak pintu gudang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak sembilan kuburan orang-orang tua warga Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara. 
Pembangunan jalan baru tersebut kemudian memicu terjadinya konflik antara warga Nelu, Indonesia dengan warga Leolbatan, Timor Leste pada Senin, 14 Oktober 2013. Mereka saling lempar batu dan kayu. Aksi ini semakin besar karena melibatkan anggota polisi perbatasan  Timor Leste (Cipol) yang turut serta dalam aksi saling lempar batu dan kayu tersebut. Dari aksi tersebut, enam warga Leolbatan dan satu anggota Cipol menderita luka parah, sementara dari sisi Indonesia hanya ada satu warga Nelu yang menderita luka ringan. 
Setelah jatuhnya korban dari kedua belah pihak, aksi saling serang kemudian dihentikan. Namun demikian, warga masih berjaga-jaga di perbatasan masing-masing. Eskalasi konflik semakin meningkat setelah terjadi insiden penggiringan 19 ekor sapi milik warga Indonesia yang diduga digiring oleh warga Timor Leste masuk ke wilayah mereka. Selanjutnya, 10 warga Indonesia didampingi enam anggota TNI Satgas-Pamtas masuk ke wilayah Timor Leste untuk mencari 19 ekor sapi tersebut. Sementara itu, ratusan warga lainnya dari empat desa di Kecamatan Naibenu berjaga-jaga di perbatasan dan siap perang melawan warga Leolbatan, Desa Kosta, Kecamatan Kota, Distrik Oekussi, Timor Leste. Berita terakhir yang terkumpul dari media massa, warga masih berjaga-jaga di perbatasan (Tempo, 18 Oktober 2013). 
Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Satu tahun sebelumnya, konflik juga terjadi di perbatasan Timur Tengah Utara-Oecussi. Pada 31 Juli 2012, warga desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, terlibat bentrok dengan warga Pasabbe, Distrik Oecussi, Timor Leste. Bentrokan ini dipicu oleh pembangunan Kantor Pelayanan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) Timor Leste di zona netral yang masih disengketakan, bahkan dituduh telah melewati batas dan masuk ke wilayah Indonesia sejauh 20 m. Tanaman dan pepohonan di tanah tersebut dibabat habis oleh pihak Timor Leste. Setelah terlibat aksi saling ejek, warga dari kedua negara kemudian saling lempar batu dan benda tajam sebelum akhirnya dilerai oleh aparat TNI perbatasan dan tentara Timor Leste (Sindo, 31 Juli 2012; Tempo, 2 Agustus 2012; dan  Kompas, 6 Agustus 2012). 
Faktor Penyebab Konflik
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut.
Ø Pertama, masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara. Berdasarkan nota kesepahaman antara kedua negara pada 2005, masih terdapat 4% perbatasan darat yang masih belum disepakati. Menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kedua negara masih mempersengketakan tiga segmen batas yaitu
a)    segmen di Noelbesi Citrana, Desa Netemnanu Utara, Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, dengan Distrik Oecussi, Timor Leste, menyangkut areal persawahan sepanjang Sungai Noelbesi, yang status tanahnya masih sebagai zona netral.
b)    Segmen di Bijaelsunan, Oben, di Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distrik Oecussi, yaitu pada areal seluas 489 bidang tanah sepanjang 2,6 km atau 142,7 ha. Tanah tersebut merupakan tanah yang disterilkan agar tidak menimbulkan masalah karena Indonesia-Timor Leste mengklaim sebagai miliknya.
c)    Segmen di Delomil Memo, Kabupaten Belu yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, yaitu perbedaan identifikasi terhadap Median Mota Malibaca pada aliran sungai sepanjang 2, 2 km atau pada areal seluas 41,9 ha (Tempo, 15 Agustus 2012). 
Ø Kedua, terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara. Dari sudut pandang Indonesia, pemerintah dan warganya menganggap bahwa zona netral adalah zona yang masih belum ditetapkan statusnya sebagai milik negara Indonesia atau Timor Leste, sehingga harus dikosongkan dari segala aktivitas warga. Sementara dari sudut pandang Timor Leste, zona itu sebenarnya adalah wilayah Timor Leste yang digunakan oleh PBB sebagai kawasan koordinasi keamanan antara TNI dan PBB, sebagai tempat fasilitasi pembangunan pasar bagi warga di perbatasan, dan sebagai tempat rekonsiliasi antara masyarakat eks Timtim dengan masyarakat Pasabe, Distrik Oecussi. Dengan demikian, setelah PBB meninggalkan Timor Leste, seharusnya zona netral tersebut tetap menjadi bagian wilayah kedaulatan Timor Leste. 
Ø Ketiga, terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Sebenarnya, masyarakat Timor Tengah Utara dan Oecussi di perbatasan berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu sama-sama orang Timor, baik itu suku Tetun, Marae (Bunak), Kemak, dan Dawan. Hubungan kekerabatan pun sudah lama terjalin, apalagi Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia sejak tahun 1975 hingga 1999. Namun, pasca pemisahan Timor Timur sebagai hasil referendum, sentimen negatif tersebut menguat. Di satu sisi, warga Timor Leste, terutama yang pada referendum menjadi bagian kelompok prokemerdekaan, melihat Indonesia sebagai negara yang telah menjajah mereka selama hampir 25 tahun. Di sisi lain, warga Indonesia melihat warga Timor Leste sebagai orang-orang yang tidak berterima kasih, apalagi banyak anggota kelompok prointegrasi yang memilih mengungsi ke wilayah Indonesia pasca referendum. Sentimen negatif ini semakin menguat ketika masyarakat kedua negara sama-sama dalam kondisi miskin dan mereka terlibat perebutan sumberdaya seperti lahan kebun dan sapi. 
Upaya Penyelesaian 
Indonesia sudah melakukan berbagai tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, baik tindakan yang bersifat jangka pendek (penyelesaian konflik yang terjadi) maupun tindakan yang bersifat jangka panjang (penyelesaian sumber konflik). Pada penyelesaian yang bersifat jangka pendek, untuk konflik yang terjadi tahun 2012, aparat TNI dari Korem 161 Wirasakti Kupang berhasil menghentikan pembangunan kantor QIC yang dilakukan oleh pihak Timor Leste. Menurut Komandan Korem, pembangunan tersebut sudah melewati tapal batas Indonesia sejauh 20 m sehingga TNI meminta Timor Leste agar segera menghentikan pembangunan tersebut. Sambil menunggu penyelesaian lebih lanjut, TNI bersama dengan tentara Timor Leste berhasil menghentikan konflik antarwarga perbatasan kedua negara dan menciptakan kondisi yang kondusif kembali (Tempo, 27 Juli 2012). Dari kasus di atas, Indonesia mendapat pembelajaran bahwa kekuatan TNI yang ditempatkan di titik-titik perbatasan ternyata masih kurang dalam menghentikan konflik antar warga perbatasan, sehingga Komandan Korem di Kupang perlu datang sendiri ke lokasi konflik. Oleh karena itu dalam jangka panjang, kekuatan TNI di tiap titik perbatasan perlu ditambah agar di masa yang akan datang konflik-konflik tersebut bisa diantisipasi. 
Namun dalam kasus 2013, keterlibatan aparat keamanan dari kedua negara, baik Cipol-nya Timor Leste maupun TNI-nya Indonesia, justru membuat konflik ini semakin besar. Dengan kekuatan senjata api yang mereka pegang, keterlibatan aparat keamanan justru semakin meningkatkan eskalasi konflik dan dapat menimbulkan korban yang lebih besar. Padahal, aparat keamanan ini seharusnya bisa menjadi functional actor yang bisa menenangkan warga dari negara masing-masing untuk tidak melakukan aksi kekerasan, seperti yang terjadi pada kasus tahun 2012. 
Dalam usaha penyelesaian yang bersifat jangka panjang, Indonesia melakukan diplomasi dalam rangka menyelesaikan delimitasi terhadap segmen-segmen yang masih belum disepakati. Berdasarkan perjanjian perbatasan darat 2012, kedua negara telah menyepakati 907 koordinat titik-titik batas darat atau sekitar 96% dari panjang total garis batas. Garis batas darat tersebut ada di sektor Timur (Kabupaten Belu) yang berbatasan langsung dengan Distrik Covalima dan Distrik Bobonaro sepanjang 149,1 km dan di sektor Barat (Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara) yang berbatasan langsung dengan wilayah enclave Oecussi sepanjang 119,7 km (Ganewati Wuryandari, 2012). Upaya diplomasi ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian garis demarkasi terhadap tiga segmen batas yang belum disepakati, tetapi juga pengenalan pengaturan di kawasan perbatasan yang memungkinkan warga Timor Leste dan warga Indonesia yang berada di sisi perbatasan masing-masing untuk bisa melanjutkan hubungan sosial dan kekeluargaannya yang selama ini telah terjalin di antara mereka. (Website Sekretaris Negara, 20 Maret 2013).
Dalam upaya diplomasi untuk menyelesaikan sisa segmen yang belum disepakati, hambatan yang perlu diantisipasi adalah perbedaan pola pendekatan penyelesaian yang digunakan oleh masing-masing pihak. Pihak Timor Leste dengan dipandu oleh ahli perbatasan dari United Nations Temporary Executive Administration (UNTEAD) menekankan bahwa penyelesaian perbatasan hanya mengacu kepada traktat antara Belanda-Portugis tahun 1904 dan sama sekali tidak memperhitungkan dinamika adat-istiadat yang berkembang di wilayah tersebut. Sementara itu, pihak Indonesia mengusulkan agar pendapat masyarakat adat ikut dipertimbangkan (Harmen Batubara, 2013). Perbedaan pola pendekatan ini perlu disamakan terlebih dahulu sebelum pembahasan tentang tiga segmen batas dilanjutkan. 
Langkah ke Depan 
Kasus penyelesaian konflik perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste di atas menggambarkan bahwa langkah jangka pendek dan jangka panjang telah dilakukan, baik melalui penempatan kekuatan TNI maupun melalui negosiasi bilateral yang dikawal oleh Kementerian Luar Negeri kedua negara. Namun demikian, hal yang perlu dilakukan adalah pelibatan unsur masyarakat dalam upaya penyelesaian tersebut. Unsur masyarakat di sini penting karena penguasaan tanah di perbatasan terkait erat dengan adat-istiadat yang berlaku di sana. Pada satu sisi, pemerintah melakukan perundingan di tingkat pemerintah, tapi pada sisi lain masyarakat adat membuat kesepakatan-kesepakatan terkait batas lahan dan aturan pengelolaan kebun di wilayah mereka, yang sangat mungkin hasilnya bertentangan dengan hasil yang disepakati pemerintah. 
Namun demikian, sebelum pelibatan unsur masyarakat tersebut dilakukan, pemerintah Indonesia perlu membekali warganya dengan pendidikan guna meningkatkan pengetahuan tentang perbatasan dan menguatkan jiwa nasionalisme, sehingga keterlibatan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi posisi Indonesia dalam perundingan. Gabungan kekuatan militer, diplomasi, dan unsur masyarakat ini dapat menjadi senjata ampuh dalam mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia.`

Goresan Pena

Tentang Wanita

`Wanita adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Seperti sabda Rasulullah Saw dlm hadis Shahih, bahwa dunia ini adalah perhiasan & sebaik-bai...