Jumat, 09 September 2016

Struktur Teks Pantun, Pengertian, Kaidah dan Contoh Teks Pantun

Struktur Teks Pantun, Pengertian, Kaidah dan Contoh Teks Pantun

Hai sobat semua, kali ini saya mau berbagi kepada sobat mengenai Teks Pantun. Seperti biasa, yang akan kita bahas tidak sebatas itu saja, kita juga akan mempelajari mengenai pengertian teks pantun, struktur teks pantun, dan tidak lupa juga contoh teks pantun itu sendiri.

Nah langsung saja kita mulai pembahasan pertama kita mengenai pengertian Teks Pantun, silahkan disimak.
Pengertian dan Struktur Teks Pantun

Pengertian Teks Pantun yang Perlu Sobat Ketahui

Teks Pantun adalah salah satu puisi melayu lama yang tersusun dari isi dan sampiran yang mempunyai rima a-b-a-b. Istilah “Pantun” sendiri asalanya dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun, yang memiliki maksud mengatur atau menyusun.

Pantun merupakan sebuah karya yang memiliki nilai pengajaran di dalamnya disamping memiliki bunyi yang indah. Pada zaman dulu, pantun sering diungkapkan dalam bentuk lisan, tapi sekarang berkembang menjadi ke bentuk tulisan.

Materi teks pantun menjadi materi yang diajarkan pada mata pelajaran sekolah baik itu SD, SMP, maupun SMA. Umumnya yang diajarkan yaitu tentang kaidah teks pantun, bagaimana cara menganalisis teks pantun, dan mengambil sebuah evaluasi dari teks pantun yang diberikan.

Struktur Teks Pantun dan Kaidahnya

 

Selanjutnya kita akan membahas mengenai struktur teks pantun yang menjadi pokok bahasan kita pada artikel ini. Nah ada beberapa jenis teks pantun yang nanti akan kita kupas strukturnya, mulai dari teks pantun biasa, Karmina dan juga talibun. Berikut pemaparannya:

Struktur Teks Pantun Biasa

Pertama kita akan melihat struktur dari teks pantun biasa. Pantun biasa adalah pantun yang sering kita jumpai bahkan kita baca. Berikut struktur lengkapnya:
  1. Sampiran, adalah bagian awal yang letaknya pada baris 1 dan 2 yang fungsinya untuk membentuk rima. Umumnya bagian sampiran ini tidak memiliki hubungan dengan isi dari pantun tersebut, tapi juga ada beberapa pantun yang bagian sampirannya memiliki hubungan dengan bagian isinya.
  2. Isi, adalah bagian yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. Letaknya pada 2 baris terakhir yaitu 3 dan 4.

Struktur Teks Pantun Karmina

Pantun karmina adalah pantun yang hanya terdiri dari 2 baris yaitu sampiran dan isi. Pola dari teks pantun tersebut adalah a-a.

Struktur Teks Pantun Talibun

Pantun talibun adalah pantun yang terdiri dari 6 baris. Berikut strukturnya:
  • Sampiran
  • Sampiran
  • Sampiran
  • Isi
  • Isi
  • Isi

Kaidah Teks Pantun yang Benar

Kaidah kebahasaan atau lebih dikenal dengan unsur kebahasaan teks pantun terdiri dari:
  1. Diksi, adalah pemilihan kata yang tepat dalam membuat sebuah pantun. Kalian bisa menganalisis teks pantun dan melihat pemilihan kata yang ada didalamnya, kemudian kalian bisa meniru atau membuat sebuah pantun denga lebih memerhatikan diksinya.
  2. Imaji, adalah penggambaran yang ada didalam teks pantun, sehingga pembaca atau pendengar bisa terbawa kedalam tujuan pantun tersebut.
  3. Bahasa Kiasan, adalah bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah makna secara tidak langsung.
  4. Bunyi, adalah cara kita melafalkan pantun tersebut dengan intonasi yang tepat dan penekanan kata yang pas.

Contoh Teks Pantun Terbaik

Setelah kalian memahami tentang apa itu teks pantun dan juga struktur teks pantun, selanjutnya kalian bisa melihat beberapa contoh teks pantun berikut yang sudah saya pilihkan untuk sobat semua.

Si Asih masih sibuk makan
bakwan malang jadi santapan
Udara bersih jadi kebutuhan
Tapi sayang sulit didapatkan

Sarapan sambil baca koran
baca berita tentang batu apung
Bayangkan jika tidak ada hutan
banyak air siapa yang menampung

Buat jalan di hutan belukar
pohon ambruk jadi tontonan
Hutan bukan untuk dibakar
tapi untuk sumber kehidupan

Sekian artikel mengenai struktur teks pantun, pengertian dan juga contoh teks pantun, semoga bermanfaat ya.

Aliran-Aliran Seni Rupa

Aliran-Aliran Seni Rupa

Berbagai aliran dalam seni rupa berkembang terus dari jaman ke jaman, antara lain :
1. Naturalisme
Aliran ini merupakan suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan mahluk hidup, alam, dan benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam, atau landscape.
2. Realisme
Aliran ini menunjukkan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memprihatinkan dan sedang bergejolak di dunia atau suatu tempat tertentu. Contoh aliran seni rupa ini antara lain melukiskan kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan.
3. Romantisme
Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih-lebihkan.
Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), Jean Baptiste Camille Corot(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya ini juga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis.
Aliran Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.
4. Impresionisme
Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut sebagai “impresionistik “, suatu lukisan yang menampilakan bentuk yang sederhana dan terlampau biasa.
5. Ekspresionisme
Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup.salah satu lukisan nya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang “(1889), yang mengekspresikan gairah yang tinggi sekaligus perasaan kesepian.
6. Kubisme
Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan.
Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.
7. Konstruksifisme
Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahkan plastik.
8. Abstrakisme
Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.
9. Dadaisme
Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum keindahan yang ada.Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.
10. Surealisme
Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.
Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.
11. Elektisisme
Yaitu gerakan seni awal abad ke- 20 yang mengkombinasikan berbagai sumbergaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini antasra lain Picasso (disamping sebagai tokoh Kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.
12. Posmodernisme
Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mengelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang.
Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Senin, 29 Agustus 2016

MENGANALISIS KEMAHARAJAAN VOC



MENGANALISIS
KEMAHARAJAAN VOC
MENGANALISIS KESERAKAHAN KONGSI DAGANG
a.     Lahirnya VOC
Seperti telah dijelaskan dimuka bahwa tujuan kedatangan orang-orang eropa kedunia timur antara lain untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan. Tujuan ini boleh dikatakkan dapat dicapai setelah mereka menemukan rempah-rempah dikepulauan nusantara. Berita tentang keuntungan yang melimpah berkat perdagangan rempah rempah itu menyebar luas. Dengan demikian semakin banyak orang-orang eropa yang tetarik pergi ke nusantara. Mereka saling berinteraksi dan bersaing dalam meraup keuntungan berdagang. Para pedagang atau perusahaan bersaing dengan para pedagang belanda, bersaing dengan para pedagang spanyol, bersaing dengan para pedagang inggris, dan seterusnya. Bahkan tidak hanya dengan antar bangsa, antar kelompok ataupun kongsi dagang, dalam satu bangsa pun mereka saling bersaing. Oleh karena itu, untuk memperkuat posisi nya didunia timur masing masing kongsi dagang dari satu negara membentuk persekutuan dagang bersama. Sebagai contoh seperti pada tahun 1600 inggris membentuk kongsi dagang yang di beri nama “East India Compeny” (EIC). Kongsi dagang EIC ini kantor pusatnya berkedudukan di kuta india. Dari kalkuta kekuatan dan setiap kebijakan inggris di dunia timur dikendalikan. Pada tahun 1811 kedudukan inggris begitu kuat dan meluas bahkan pernah berhasil mendapatkan kekuasaan nya di nusantara.
Persaingan yang cukup keras juga diantar perusahaan dagang orang-orang Belanda. Masing masing ingin memenangkan kelompoknya agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kenyataan ini mendapat perhatian khusus dari pihak pemerintah dan parlemen belanda, sebab persaingan antar kongsi belanda juga akan merugikan kerajaan belanda sendiri. Terkait dengan itu, maka pemerintah dan paelemen belanda (States general) pada tahun 1598 mengusulkan agar antar kongsi dagang belanda bekerja sama membentuk perusahaan dagang yang lebih besar. Usulan ini terealisasi 4 tahun berikutnya yakni pada 20 maret 1602 secara resmi dibentuklah persekutuan kongsi dagang belanda di nusantara sebagai hasil fusi antar kongsi
Kongsi dagang belanda ini diberi nama “Verree nigde oost indische, pagenie compag (VOC)”. Atau dapat disebut dengan “perserikatan maskapai perdagangan hindia timur/kongsi dagang india timur”. Voc secara resmi didirikan di Asterdam. Adapun tujuan dibentuk VOC ini antara lain untuk: (1) menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok atau kongsi pedagang belanda yang telah ada, (2) memperkuat kedudukan belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang negara lain
VOC dipimpin oleh sebuah dewan yang beranggotakan 17 orang sehingga disebut “Dewan 17” (de hee ren XVII). Mereka terdiri dari 8 perwakilan kota pelabuhan dagang di belanda. Markas besar dewan ini berkedudukan di Amsterdam. Dalam menjalankan tugas, VOC ini memiliki beberapa kewenangan dan hak hak antara lain :
1.      Melakukan monopoli perdagangan di wilayah antara tanjung harapan sampai selat magellan, termasuk kepulauan nusantara.
2.      Membentuk angakatan perang sendiri
3.      Melakukan peperangan
4.      Melakukan perjanjian dengan raja-raja setempat,
5.      Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri
6.      Mengangkat pegawai sendiri dan
7.      Memerintah di negeri jajahan

Sebagai sebuah kongsi dagang, dengan kewenangan hak hak di atas, menunjukan bahwa VOC memiliki hak-hak istimewa dan kewenangan yang sangat luas. VOC sebagai kongsi dagang bagaikan negara dalam negeri.
Dengan memiliki hak untuk membentuk angkatan perang sendiri dan boleh melakukan peperangan, maka VOC cenderung ekspansi. VOC terus berusaha memperluas daerah-daerah di nusantara sebagai wilayah kekuasaan dan monopoli nya. VOC juga memandang bangsa-bangsa eropa yang lain sebagai musuhnya. Mengawali ekspansinya tahun 1605 VOC telah berhasil mengusir portugis dan ambon. Benteng pertahanan portugis di ambon dapat diduduki tentara VOC. Benteng itu kemudian oleh VOC diberi nama Benteng Victoria.
Pada awal pertumbuhannya sampai tahun 1610, “ Dewan tujuh Belas “ secara langsung harus menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan berbagai urusan VOC, termasuk urusan ekspansi untuk perusahaan wilayah monopoli. “ Dewan tujuh belas” yang berkedudukan di amsterdam, belanda mengurus wilayah yang ada di Kepulauan Nusantara. Sudah barang tentu “Dewan Tujuh Belas” tidak dapat menjalankan tugas sehari-hari secara cepat dan efektif. Sementara itu persaingan dan permusuhan dengan bangsa-bangsa lain juga semakin keras. Berangkat dari permasalahan ini maka pada 1610 secara kelembagaan diciptakan jabatan baru dalam organisasi VOC, yakni jabatan gubernur jenderal. Gubernur jenderal merupakan jabatan tertinggi yang brtugas mengendalikan kekuasaan di negara jajahan VOC. Disampig itu juga dibentuk “Dewan Hindia” (Read Van Indie). Tugas “Dewan Hindia” ini adalah memberi nasihat dan mengawassi kepemimpinan gubernur jenderal. Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both (1610-1614). Sebagai gubernur jenderal yang pertama, Pieter Both sudah tentu harus mulai menata organisasi kongsi dagang ini sebaik-baiknya agar harapan mendapatkan monopoli perdagangan di Hindia Timur dapat diwujudkan. Pieter Both pertama kali mendirikan pos perdagangan di Banten pada tahun 1610. Pada tahun itu juga Pieter Both meninggalkan Banten dan berhasil memasuki Jayakarta. Penguasa Jayakarta waktu itu, pangeran Wijayakrama sangat terbuka dalam hal perdagangan. Pedagang dari mana saja bebas berdagang, disamping dari Nusantara juga dari luar seperti Portugis , Inggris, Gujarat/India, Persia , Arab , termasuk juga Belanda. Dengan demikian Jayakarta dengan pelabuhannya Sunda Kelapa menjadi kota dagang yang sangat ramai. Kemudian pada tahun 1611 Pieter Both berhasil mengadakann perjanjian dengan penguasa Jayakarta, guna pembelian sebidang tanah seluas 50X50 vadem (satu vadem sama saja dengan 182 cm) yang berlokasi disebelah timur Muara Ciliwung. Tanah inilah yang menjadi cikal bakal hunian dan daerah kekuasaan VOC di tanah Jawa dan menjadi cikal bakal Kota Batavia. Di lokasi ini kemudian didirikan bangun batu berlantai dua sebagai tempat tinggal, kantor dan sekaligus gudang. Pieter Both juga berhasil mengadakan perjanjian dan menanamkan pengaruhnya di Maluku dan berhasil mendirikan pos perdagangan di Ambon.

b.      voc semakin merajalela
Pada tahun 1614 pieter both digantikan oleh gubernur jenderal gerard reynst (1614- 1615). baru jalan satu tahun ia digantikan gubernur jenderal yang baru yakni laurens reael (1615-1619). pada masa jabatan laurens reael berhasil dibangun gedung mauritius yang berlokasi ditempat sungai ciliwung.
Orang orang belanda yang tergabung dalam voc itu memang cerdik. pada awalnya mereka bersikap baik dengan rakyat. hubungan dagang dengan kerajaan kerajaan yang ada di nusantara juga berjalan lancar. bahkan seperti telah dijelaskan diatas,orang orang belanda dibawah pimpinan gubernur jenderal pieter both diizinkan oleh pangeran wijaya krama untuk membangun tempat tinggal dan loji di jayakarta. sikap baik rakyat dan para penguasa tempat ini dimanfaatkan oleh voc untuk semakin memperkuat kedudukannya dinusantara. lama kelamaan orang orang belanda mulai menampakkan sikap congkak,dan sombong.setelah merasakan nikmatnya tinggal dinusantara dan menikmati keuntungannya yang melimpah dalam berdagang,belanda semakin bernafsu ingin menguasai dan kadang kadang melakukan paksaan dan kekerasan. hal ini telah menimbulkan kebencian rakyat dan penguasa lokal. oleh karena itu,pada tahun 1618 sultan banten yang dibantu tentara inggris dibawah laksamana thomas dale berhasil mengusir voc dari jayakarta. orang orang voc lemudian menyingkir ke maluku.setelah voc hengkang dari jayakarta pasukan banten pada awal tahun 1619 juga mengusir inggris dari jayakarta.dengan demikian jayakarta sepenuhnya dapat dikendalikan oleh kesultanan banten.
Tahun 1619 gubernur jenderal voc laurens reael digantikan oleh gubernur jenderal jan pieterzooncoen (j.p.coen) . j.p.coen dikenal gubernur jenderal yang berani dan kejam serta ambisius. oleh karena itu,merasa bangsanya dipermalukan pasukan banten dan inggris di jayakarta,maka j.p pun mempersiapkan pasukan untuk menyerang jayakarta. armada angkatan laut dengan 18 kapal perangnya mengepung jayakarta . ternyata dalam waktu singkat jayakarta dapat diduduki voc. kota jayakarta kemudian dibumi hanguskan oleh j.p coen pada tanggal 30 mei 1 619. diatas puing puing kota jayakarta itulah dibangun kota baru bergaya kota dan bangunan diblanda. kota baru itu dinamakan batavia sebagai pengganti nama jayakarta.
JP pun adalah Gubernur Jenderal yang sangat bernafsu untuk memaksakan monopoli. ia juga dikenal sebagai peletak dsar penjajahan voc di indonesia . disertai dengan sikap congkak dan tindakan yang kejam,j.p pun berusaha menngkatkan eksploitasi kekayaan bumi nusantara. cara cara voc untuk meningkatkan eksploitasi kekayaan alam dilakukan antara lain dengan :
1.      Merebut pasaran produksi pertanian,biasanya dengan memaksakan monopoli, seperti minopoli rempah rempah di maluku.
2.      Tidak ikut aktif secara langsung dalam legiatan produksi hasil pertanian.cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan berada ditangan kaum pribumi,tetapi yang penting voc dapat memperoleh hasil hasil pertanian itu dengan mudah,sekalipun harus dengan paksaan.
3.      VOC sementara cukup menduduki tempat tempat yang strategis.
4.      VOC melakukan campur tangan terhadap kerajaan kerajaan dinusantara ,terutama menyangkut usaha pengumpulan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli.dalam kaitan ini voc memiliki daya tawar yang kuat,sehingga dapat menentukan harga.
5.      Lembaga lembaga pemerintahan tradisional atau kerajaan masih tetap dipertahankan dengan harapan bisa diengaruhi atau diperalat, kalau tidak mau baru diperangi.
Setelah berhasil membangun batavia dan letakkan dasar dasar penjajahan dinusantara,pada tahun 1623 j.p coen kembali kenegeri belanda. dia menyerahkan kekuasaannya kepada pieter de carpentier.tatapi oleh pimpinan voc di belanda , j.p coen diminta kembali ke batavia . akhirnya pada tahun 1627 j.p coen tiba dibatavia dan diangkat kembali sbagai gubernur jenderal untuk jabatan ke dua kalinya. pada masa jabatan yang ke dua inilah terjadi serangan tentara mataram dibawah sultan agung ke batavia.
Batavia senantiasa memiliki posisi yang strategis bagi VOC. Semua kebijakan dan tindakan VOC di kawasan Asia dikendalikan dari markas besar VOC di Batavia. Di samping itu Batavia juga terletak pada persimpangan atau menjadi penghubung jalur perdagangan internasional. Batavia menghubungkan perdagangan di Nusantara bagian barat dengan malaka,india,kemudian juga menghubungkan dengan Nusantara bagian Timur. Apalagi Nusantara bagian timur ini menjadi daerah penghasil rempah - rempah yang utama, maka posisi Batavia yang berada ditengah - tengah itu menjadi semakin strategis dalam perdagangan rempah - rempah.
VOC semakin serakah dan bernafsu untuk menguasai Nusantara yang kaya rempah - rempah ini. Tindakan intervensi politik terhadap kerajaan - kerajaan di Nusantara dan pemaksaan monopoli perdagangan terus dilakukan. Politik devide et impera dan berbagai tipu daya juga dilaksanakan demi mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sebesar - besarnya. Sebagai contoh, Mataram yang merupakan kerajaan kuat di Jawa akhirnya juga dapat dikendalikan secara penuh oeh VOC. Hal ini terjadi setelah dengan tipu muslihat VOC. Raja Pakubuwana II yang sedang dalam keadaan sakit keras dipaksa untuk menandatangani naskah penyerahan kekuasaan Kerajaan Mataran kepada VOC pada tahun 1749. Tidak hanya kerajaan - kerajaan di Jawa, kerajaan - kerajaan di luar Jawa berusaha ditaklukkan. Untuk memperkokoh kedudukannya di Indonesia bagian barat dan memperluas pengaruhnya di Sumatera,VOC berhasil menguasai malaka setelah mengalahkan saingannya,Portugis pada tahun 1641. Berikutnya VOC berusaha meluaskan pengaruhnya ke Aceh. Kerajaan Makassar dibawah Sultan Hasanuddin yang tersohor di Indonesia bagian timur juga berhasil dikalahkan setelah terjadi Perjanjian Bongaya tahun 1667. Dari Makassar VOC juga berhasil memaksakan kontrak dan monopoli perdagangan dengan Raja Sulaiman dari Kalimantan Selatan. Sementara jauh sebelum itu yakni tahun 1605 VOC sudah berhasil mengusir Portugis dari Ambon. VOC menjadi berjaya setelah berhasil melakukan monopoli perdagangan rempah - rempah di kepulauan Maluku. Untuk mengendalikan pelaksanaan monopoli di kawasan ini dilaksanakan Pelayaran Hongi.
Pengaruh dan kekuasaan VOC semakin meluas. Untuk memperkuat kebijakan monopoli ini disetiap daerah yang dipandang strategis armada VOC diperkuat. Benteng - benteng pertahanan dibangun. Sebagai contoh benteng Doorstade dibangun di Saparua, benteng Nasau di Banda, di Ambon sudah ada Benteng Victoria,Benteng Oranye di Ternate,dan benteng Rotterdam di Makasar.
Dalam rangka memperluas pengaruh dan kekuasaannya itu,ternyata perhatian VOC juga sampai ke Irian/Papua yang dikenal sebagai wilayah yang masih tertutup dengan hutan belantara yang begitu luas. Penduduknya juga masih bersahaja dan primitif. Orang Belanda yang pertama kali sampai ke Irian adalah Willem Janz. Bersama armadanya rombongan Willem Janz menaiki Kapal Duyke dan berhasil memasuki tanah Irian pada tahun 1606. Willem Janz ingin mencari kebun tanaman rempah - rempah. Tahun 1616 - 1617 Le Maire dan William Schouten mengadakan survei di daerah pantai timur laut Irian dan menemukan Kepulauan Admiralty bahkan sampai ke New Ireland. Dengan penemuan ini maka nama William diabadikan sebagai nama Kepulauan, Kepulauan Schouten. Pada waktu orang - orang Belanda sangat memerlukan bantuan budak, maka banyak diambil dari orang - orang Irian. Pengaruh VOC di Irian semakin kuat. Bahkan pada tahun 1667, pulau - pulau yang termasuk wilayah Irian yang semula berada dibawah kekuasaan Kerajaan Tidore sudah berpindah tangan menjadi daerah kekuasaan VOC. Dengan demikian daerah pengaruh dan kekuasaan VOC sudah meluas diseluruh Nusantara.
Memahami uraian diatas, jelas bahwa VOC yang merupakan kongsi dagang itu berangkat dari usaha mencari untung kemudian dapat menanamkan pengaruh bahkan kekuasaannya di Nusantara. Fenomena ini juga terjadi pada kongsi dagang milik bangsa Eropa yang lain. Artinya, untuk memperkokoh tindakan monopoli dan memperbesar keuntungannya orang - orang Eropa itu harus memperbanyak daerah yang dikuasai (daerah kolonialnya ) . Tidak hanya daerah yang dikuasai secara ekonomi, kongsi dagang itu juga ingin mengendalikan secara politik atau memerintah daerah tersebut. Bercokollah kemudian kekuatan kolonialisme dan imperialisme.
Dalam praktiknya,antara kolonialisme dan imperialisme sulit untuk dipisahkan. Kolonialisme merupakan bentuk pengakalan imperiallisme ((Taufik Abdullah dan A.B Lapian (ed),2012). Muara kedua paham itu adalah penjajahan dri Negara yamg satu terhadap daerah atau bangsa yang lain. Sistem inilah yang umumnya diterapkan bangsa – bangsa Eropa yang dtang dikepulauan Nusantara, baik Protugis,Spanyol,Inggris,maupun Belanda. Berangkat dari motivasai untuk memperbaiki taraf kehidupan ekonomi kemudian meningkat menjadi nafsu untuk menguasai dan mengeruk kekayaan dan keuntungan sebanyak – banyaknya dari daerah koloni untuk kejayaan bangsanya sendiri. Pihak atau bangsa lain dipandang sebagai musuhdan harus disingkirkan. Sifat keangkuhan dan keserakahan telah menghiasi perilaku kaum penjajah. Inilah sifat – sifat yang sangat dibenci dan tidak di ridhoi oleh tuhan yang maha ESA.
Demikian halnya dengan VOC, tidak sekedar menjadi sebuah kongsi dagang yang berusaha untuk mencari untung tetapi juga ingin menanamkan kekuasaannya di Nusantara. VOC dengan hak – hak dan kewenangan – kewenangan yang diberikan pemerintah dan parlemen Belanda telah melakukan penjajahan dan penguatan akar kolonialisme dan imperialisme di Nusantara. Melalui cara – cara pemaksaan monopoli perdagangan, politik – politik memecah belah serta tipu muslihat yang sering disertai tindak peperangan dan kekerasan, semakin mmemperluas daerah kekuasaan dan memperkokoh kemaharajaan VOC. Sekali lagi tindak keserakahan dan kekerasan yang dilakukan oleh VOC itu menunjukan mereka tidak mau bersyukur atas karunia yang diberikan tuhan yang maha ESA. Oleh karena itu, wajar kalau timbul perlawanan dari berbagai daerah misalnya dari AcehBanten, Demak, Mataram, Banjar, Makassar, dan Maluku.



c.      VOC menuju kebangkrutan
Pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18, VOC mengalami puncak kejayaan. Penguasa dan kerajaan-kerajaan lokal berhasil diungguli. Kerajaan-kerajaan itu sudah menjadi bawahan dan pelayan kepentingan VOC. Jalur perdagangan yang dikendalikan VOC menyebar luas membentang dari Amsterdam, Tanjung Harapan, India sampai Irian/Papua. Keuntungan perdagangan rempah-rempah juga melimpah. Namun dibalik itu ada permasalahan yang bermunculan. Semakin banyak daerah yang dikuasai ternyata juga membuat pengelolaan semakin kompleks. Semakin luas daerahnya, pengawasan juga semakin sulit. Kota Batavia juga semakin ramai dan semakin padat. Orang-orang timur seperti Cina dan Jepang diizinkan tinggal di Batavia. Sebagsi pusat pemerintahan VOC, Batavi juga semakin dibanjiri penduduk, sehingga tidak jarang menimbulkan masalah-masalah sosial.
            Pada tahun 1749 terjadi perubahan yang mendasar dalam lembaga kepengurusan VOC. Pada tanggal 17 Maret 1749, Perlemen Belanda mengeluarkan UU yang menetapkan bahwa Raja Willem IV sebagai penguasa tertinggi VOC. Dengan demikian, anggota pengurus “Dewan Tujuh Belas” yang semula dipilih oleh perlemen dan provinsi pemegang saham (kecuali provinsi Holland), kemudian sepenuhnya menjadi tanggung jawab Raja. Raja juga menjadi panglima tertinggi tentara VOC. Dengan demikian VOC berada dibawah kekuasaan raja. Pengurus VOC mulai akrab dengan pemerintah Belanda. Kepentingan pemegang saham menjadi terabaikan. Pengurus tidak lagi berpikir memajukan usaha perdagangannya, tetapi berpikir memperkaya diri. VOC sebagai kongsi dagang swasta keuntungannya semakin merosot. Bahkan tercatat pada tahun 1673 VOC tidak lagi mampu membayar dividen. Kas VOC juga merosot tajam karena serangkaian perang yang telah dilakukan VOC dan beban hutang pun tidak terelakan.
            Sementara itu para pejabat VOC juga semakin feodal. Pada tanggal 24 Juni 1719 Gubernur Jenderal Henricus Zwaardecroon mengeluarkan ordonansi untuk mengatur secara rinci cara penghormatan terhadap Gubernur Jeneral,kepada Dewan Hindia, beserta istri dan anak-anaknya. Missalnya, semua orang harus turun dari kendaraan bila berpapasan denhgan para pejabat tinggi tersebut, warga keturunan Eropa harus menundukan kepala, dan warga bukan orang Eropa harus menyembah. Kemudian Gubernur Jenderal Jacob Mosel juga mengeluarkan Ordonansi baru tahun 1754. Ordonansi ini mengatur kendaraan kebesaran. Misalnya kereta ditarik enam ekor kuda, hiasan berwarna emas dan kusir orang Eropa untuk kereta kebesaran gubernur jenderal, sedang untuk anggota dewan hindia kuda yang menarik kereta hanya empat ekor dan hiasannya warna perak. Nampaknya para pejabat VOC sudah gila hormat dan ingin berfoya-foya. Sudah barang tentu ini juga membebani anggaran.
            Posisi jabatan dan berbagai simbol kehormatan tersebut tidaklah lengkap tanpa hadiah dan upeti. Sistem uoeti ini ternyata juga terjadi di kalangan pejabat, dari pejabat di bawahannya kepada pejabat yang lebih tinggi. Hal ini se ua terkait dengan mekanisme pergsntian jabatan ditubuh organisasi VOC. Semua bermuatan korupsi. Gubernur Jenderal Van Hoorn konon menumpuk harta sampai 10jt gulden ketika kembali ke Belanda pada tahun 1709, sementara gaji resminya hanya sekitar 700 gulden sebulan. Gubernur Maluku berhasil mengumpulkan kekayaan 20-30 ribu gulden dalam waktu 4-5 tahun, dengan gaji sebesar 150 gulden per bulan. Untuk menjadi karyawan VOC juga harus dengan menyogok. Pengurus VOC di Belnada memasang tarif sebesar f 3.500,- bagi yang ingin menjadi pegawai onderkoopman (pada gaji resmi per bulan sebagai onderkoopman hanya f.40,-), untuk menjadi kapiten harus menyogok f.2000,-dan begitu seterusnya yang semua telah merugikan uang lembaga. Demikianlah para pejabat VOC terjangkit penyakit korupsi karna ingin kehormatan dan kemewahan sesaat. Beban utang VOC semakin berat, sehingga akhirnya VOC sendiri bangkrut. Bahkan ada sebuah ungkapan, VOC kepanjangan dari Vergaan Onder Corruptie (tenggelam karena korupsi).
            Dalam kondisi bangkrut VOC tidak dapat berbuat banyak. Menurut penilaian pemerintah keberadaan VOC sebagai kongsi dagang yang menjalankan roda pemerintahan di negeri jajahan tidak dapat dilanjutkan lagi. VOC telah bangkrut, oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dinyatakan bubar. Semua utang dan piutang dan segala milik VOC diambil alih oleh pemerintah. Pada waktu itu sebagai Gubernur Jenderal VOC yang terakhir Van Overstraten masih harus bertanggungjawab tentang keadaan di Hindia Belanda. Ia mempertahankan jawa dari serangan Inggris.



LATIH UJI KOMPETENSI
1.      Coba jelaskan posisi Kedudukan Maluku dalam perdagangan internasional abad ke-15 sampai abad ke-17!
2.      Mengapa VOC dikatakan sebagai negara dalam negara, jelaskan!
3.      J.P Coen dapat dikatakan sebagai peletak pasar penjajahan VOC di Indonesia. Jalaskan!
4.      Tahukah kamu apa yang dimaksud Pelayaran Hongi? Bagaimana praktiknya sehingga keuntungan tetap jatuh ke tangan VOC?
5.      Bagaimana penilaian kamu tentang praktik korupsi yang dilakukan pegawai VOC dan bagaimana dengan yang terjadi di Indonesia dewasa ini?


JAWABAN
1.      Secara singkatnya Kepulauan Maluku pada masa tersebut terletak pada posisi yang strategis. Kepulauan Maluku termasuk kedalam jalur perdagangan terbesar saat itu, yaitu Cina-Malaka dan jalur Maluku-Malaka. Jalur ini ramai oleh para pedagang rempah-rempah dan pedagang beras. Kepulauan Maluku menduduki kawasan strategis yang dikenal sebagai Indonesia Timur, mejadi rebutan negara-negara asing terutama Spanyol, Portugis, dan Belanda. Memiliki perkembangan kebudayaan yang tinggi akubat lalu lintas perdagangan tersebut. Secara teori kawasan terbuka lebih cepat dipengaruhi oleh pengaruh luar. Apalagi saat itu boomingnya rempah-rempah dimana rempah-rempah didaerah tersebut sangat melimpah. Kepulauan Maluku menjadi sangat seksi dimata para penjajah, istilah kerennya “bukan berlayar namanya kalau belum pernah ke Maluku.
2.      Karena pemerintah Belanda memberikan Hak Octroi atau hak istumewa kepada VOC, yang meliputi:
1)      Hak monopoli
2)      Hak untuk membuat uang
3)      Hak untuk mendirikan benteng
4)      Hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia
5)      Hak untuk membentuk tentara
Jadi VOC bisa mengatur segala urusannya, lazimnya seperti sebuah negara.
3.      Hal ini dikarenakan JP Coen adalah Gubernur pertama VOC diwilayah Hindia-Belanda sehingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh beliau banyak merugikan bangsa Indonesia, terutama dalam hal perdagangan, dengan sistem monopoli perdagangan yang diterapkan oleh VOC membuat bangsa Indonesia semakin terpuruk dan melemahkan perekonomian rakyat.
4.      Pelayaran Hongi dimaksud untuk mengawasi jalannya monopoli perdagangan oleh VOC di Maluku. Pelayaran ini dimaksud untuk menjaga jalannya monopoli sehingga tidak terjadi pasar gelap. Keuntungan didapat karena VOC monopoli perdagangan sehingga harga dapat diatur sesuka hati mereka. Pelayran Hongi dilakukan dalam perdagangan terutama pada rempah-rempah.
5.      Sangat jelas apa yang terjadi pada masa lalu merupakan gambaran masa kini. Seperti halnya korupsi yang terjadi pada masa VOC tidak jauh berbeda dengan Bangsa Indonesia saat ini. Mungkin saja budaya korupsi yang melanda bangsa Indonesia merupakan peninggalan dari masa VOC, sehingga sangat sulit untuk dihindari. Oleh sebab itu, bangsa itu harus bangkit dan merubah mental sehingga dapat memperbaiki harta dan martabat Bangsa Indonesia dimata sendiri dan dimasa dunia. Korupsi yang dilakukan pegawai VOC dengan pejabat-pejabat Indonesia tidak jauh berbeda. VOC mengalami kebangkrutan dikarenakan banyaknya pegawai yang melakukan korupsi. Seharusnya kita belajar dari VOC, jika bangsa Indonesia ( terutama pejabat negara ) melakukan korupsi maka akan berdampak bagi negara Indonesia. Jika di lakukan terus-menerus, maka bangsa Indonesia bisa hancur.

Kamis, 12 Mei 2016

Contoh Jurnal Penutup


Jurnal Penutup Perusahaan Dagang - Langsung saja kita bahas lewat materi dibawah ini :
A. Pengertian Jurnal Penutup (Closing Entry)
Pada prinsipnya cara membuat jurnal penutup untuk perusahaan dagang tidak berbeda dengan membuat jurnal penutup pada perusahaan jasa. Pada akhir periode, saldo untuk perkiraan/akun sementara (perkiraan pendapatan, beban, dan Prive) harus dipindahkan ke perkiraan tetap, atau ditutup dengan penyusunan jurnal penutup.
Jadi, jurnal penutup adalah jurnal untuk memindahkan saldo perkiraan sementara ke perkiraan tetap pada akhir periode akuntansi. Tujuannya untuk mengenolkan semua saldo perkiraan sementara, selanjutnya dipindahkan ke perkiraan modal (bagi perusahaan perseorangan atau persekutuan) atau ke perkiraan laba yang ditahan (bagi perusahaan perseroan/ PT). Sementara itu, sumber data untuk penyusunan jurnal penutup berasal dari kertas kerja/neraca lajur pada kolom laba rugi dan kolom neraca untuk akun prive atau dividen.
B. Langkah-Langkah Penyusunan Jurnal Penutup
Sebagaimana yang kamu ketahui dalam penyusunan jurnal penutup pada perusahaan jasa, untuk menyusun jurnal penutup perusahaan dagang meliputi langkah-langkah sebagai berikut.
1. Menutup semua akun Pendapatan, dengan cara mendebit akun pendapatan dan mengkredit akun ikhtisar laba/rugi. Jurnal penutupnya adalah:


2. Menutup semua akun Beban, dengan cara mendebit akun ikhtisar laba/rugi dan mengkredit akun beban. Jurnal penutupnya adalah:



3. Menutup akun Ikhtisar Laba/Rugi, untuk akun ini terdapat dua kemungkinan, yaitu:

a. Jika perusahaan memperoleh laba
Laba diperoleh jika akun ikhtisar laba/rugi sebelah kredit lebih besar dari akun ikhtisar laba/rugi sebelah debit. Jurnal penutupnya adalah

b. Jika perusahaan menderita rugi
Kerugian diderita jika akun ikhtisar laba/rugi sebelah debit lebih besar dari akun ikhtisar laba/rugi sebelah kredit. Jurnal penutupnya adalah:
4. Menutup akun Prive, dengan cara mendebit akun modal pemilik dan mengkredit akun prive pemilik. Jurnal penutupnya adalah:

Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 (Tabel 2.4) dapat disusun jurnal penutup sebagai berikut.

JURNAL PENUTUP PERUSAHAAN DAGANG

Materi Akuntansi

Materi-Materi Akuntansi



RANGKUMAN
PENGANTAR AKUNTANSI I
MID SEMESTER I
  1. PENGERTIAN AKUNTANSI
Akuntansi sering disebut sebagai bahasa perusahaan. Akuntansi diperlukan baik dalam perusahaan besar maupun kecil sebagai alat untuk mengkomunikasikan informasi mengenai transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan.
Dalam perkembangan jaman yang semakin pesat, transaksi perusahaan semakin kompleks dan informasi mengenai keuangan serta hasil operasi perusahaan makin dibutuhkan.
  1. Tujuan dan Fungsi Akuntansi
Tujuan pokok Akuntansi adalah memberikan informasi keuangan dari suatu unit ekonomi. Fungsi akuntansi pada hakekatnya dibutuhkan oleh setiap unit kegiatan yang ada dalam masyarakat sebagai alat untuk mengawasi pendapatan dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan kegiatannya.
Fungsi akuntansi adalah :
  1. Menganalisa dan mencatat transaksi-transaksi perusahaan
  2. Meringkas catatan-catatan mengenai transaksi-transaksi perusahaan menjadi laporan keuangan
  3. Mengadakan interprestasi atas hasil-hasil transaksi perusahaan melalui analisa laporan keuangan.
  1. Bidang-Bidang Dalam Akuntansi
Seperti dalam berbagai aktivitas manusia lainnya, maka akuntansi juga terdapat berbagai bidang pengkhususan yang meliputi bidang-bidang sebagai berikut :
    1. Akuntansi Umum atau Akuntansi Keuangan
Digunakan pada aktivitas akuntansi secara menyeluruh dari suatu unit ekonomi. Fungsi ini menyangkut pencatatan transaksi-transaksi dari perusahaan atau unit ekonomi lainnya dan penyusunan laporan keuangan secara periodik dari catatan-catatan tersebut.
    1. Akuntansi Biaya
Merupakan bidang akuntansi yang menitik beratkan pada biaya. Terutama pada perusahaan-perusahaan industri. Biaya adalah faktor yang teramat penting dan rumit. Pada masa sekarang ini akuntansi biaya tidak hanya semata-mata membahas bagaimana mencatat biaya-biaya yang telah terjadi (biaya historis), tetapi juga meliputi masalah pengawasan biaya dan analisa biaya.
    1. Akuntansi Pemerintahan
Adalah akuntasi yang digunakan oleh lembaga-lembaga pemerintah, baik pemerintahan dipusat maupun di daerah. Pengelolaan keuangan negara tidak dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan seperti halnya dalam perusahaan-perusahaan. Dalam bidang ini akuntansi berguna sebagai alat bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pencatatan yang teratur atas penerimaan-penerimaan negara dan penggunaan dana-dana.
    1. Akuntansi Perpajakan
Adalah sebenarnya tidak merupakan suatu bidang khusus yang berbeda dengan akuntansi umum dan akuntansi keuangan. Satu-satunya masalah yang menjadi pusat perhatian dalam akuntansi perpajakan adalah penerapan aturan-aturan pajak yang berlaku dalam suatu negara di mana perusahaan berada, ke dalam pencatatan akuntansi perusahaan agar dapat di tentukan pendapatan yang akan dikenakan pajak.
    1. Akuntansi Manajemen
Adalah merupakan penggabungan dari beberapa bidang akuntansi yang lain dengan tujuan agar informasi-informasi akuntansi yang lain dengan tujuan agar informasi-informasi akuntansi yang dihasilkan dapat diolah sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen dibutuhkan agar informasi-informasi akuntasi dapat benar-benar berfungsi sebagai alat pembantu bagi manajemen.
    1. Auditing (Pemeriksaan Akuntan)
Adalah merupakan suatu bidang dalam aktivitas yang berupa pemeriksaan secara independent atas akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan. Pekerjaan pemeriksaan pembukuan ini adalah merupakan bidang pekerjaan Akuntansi Publik. Dalam hal ini akuntan mengadakan pemeriksaan terhadap catatan-catatan akuntansi yang merupakan dasar penyusunan laporan-laporan keuangan tersebut. Ukuran yang digunakan untuk menentukan kelayakan daripada laporan-laporan keuangan adalah bahwa didalam pencatatan akuntansi dan pencatatan akuntansi dan penyajian laporan keuangan, perusahaan yang bersangkutan telah mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum dan dilaksanakan secara konsisten (ajeg) dari tahun ke tahun.
Orang yang melakukan auditing disebut Akuntan, akuntan di bagi menjadi dua :
    • Akuntan Publik
Fungsi dan tugasnya :
  • Untuk melayani jasa akuntansi kepada masyarakat (auditing)
  • Konsultasi management
  • Mengurusi masalah pajak
    • Akuntan Intern
Bekerja dalam sebuah organisasi dan melakukan bagian akuntansi, bidangnya adalah
      • Akuntansi Biaya
      • Akuntansi Keuangan
      • Akuntansi Manajemen (Keputusan)
      • Penganggaran
      • Akuntansi Materi
  1. PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI
Akuntansi bukanlah tujuan hanya merupakan alat, yaitu alat untuk berkomunikasi tentang data keuangan suatu perusahaan atau suatu unit kegiatan kepada mereka yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan ini harus tahu informasi-informasi akuntansi, pihak-pihak tersebut anatara lain :
    1. Pemilik Perusahaan
Setiap pemilik perusahaan harus tahu perkembangan perusahaannya dari tahun ke tahun. Informasi ini dipakai untuk menilai hasil-hasil yang dicapai pada masa lalu dan dapat pula dijadikan petunjuk mengenai apa yang mungkin dicapai di masa yang akan datang.
    1. Manajemen
Akuntansi digunakan oleh manajemen sebagai suatu alat pembantu di dalam membuat perencanaan dan pengawasan terhadap operasi-operasi perusahaannya. Dalam arti luas akuntansi dapat membantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan melalu rencana organisasi dan memberikan wewenang dan tanggungjawab kepada orang-orang yang bekerja dalam perusahaan.
    1. Kreditur atau Calon Kreditur
Para kreditur seperti Bank atau suplier barang, sebelum memutuskan untuk memberikan pinjaman (kredit) kepada suatu perusahaan biasanya akan meneliti dahulu keadaan keuangan perusahaan yang bersangkutan melalui laporan-laporan akuntansi perusahaan.
    1. Pemerintah
Pemerintah juga berkepentingan terhadap akuntansi yang dilaksanakan oleh instansi-instansi misalnya instansi pajak. Laporan akuntansi dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengawasi pelaksanaan pemberian upah atau gaji kepada pegawai dan lainnya. Laporan-laporan akuntansi dari perusahaan-perusahaan dapat dijadikan sebagai sumber data statistik yang akan membantu pemerintah dalam menetapkan kebijakan-kebijakan tertentu.
    1. Buruh
Buruh mempunyai kepentingan tersendiri atas laporan-laporan akuntansi perusahaan. Biasanya mereka diwakili oleh organisasi-organisasi atau serikat buruh misalnya dalam memperjuangkan adanya tingkat upah yang layak dan lain sebagainya.
  1. BENTUK-BENTUK BADAN USAHA
Badan usaha di Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu :
    1. Badan Usaha Perseorangan
Badan usaha ini dimiliki oleh satu orang yang biasanya merangkap sebagai manajer. Modal berasal dari orang tersebut dan menerima keuntungan dan menanggung sendiri kerugian perusahaan.
    1. Badan Usaha Persekutuan
Badan usaha dimana dua orang atau lebih bersekutu untuk menjalankan suatu usaha dengan memakai nama bersama. Modal dan Keuntungan dibagi rata sesuai perjanjian yang diberlakukan.
    1. Badan Usaha Perseroan
Badan usaha yang modalnya terdiri atas modal saham. Para pemegang saham merupakan para pemilik perusahaan. Pemegang kekuasaan tertinggi adalah para pemegang saham, laba adalah menjadi hak para pemegang saham.
  1. PRINSIP AKUNTANSI
Ada 3 macam prinsip akuntansi yaitu :
    1. Entitas bisnis atau kesatuan usaha (tiap tahun bisa berubah)
Dalam pencatatannya akuntansi tidak diperbolehkan dicampur adukkan antara perusahaanya, disendirikan setiap bagiannya.
    1. Biaya sesungguhnya (The Real Cost)
Setiap transaksi yang terjadi di akuntansi yang di catat adalah benar-benar terjadi.
    1. Prinsip Objektifitas
Dapat diperifikasi atau dapat dibuktikan dengan maksud setiap transaksi akuntansi dapat ditelusuri kebenarannya.
  1. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan di sebut Aktiva. Hak terhadap kekayaan disebut Pasiva. Hubungan antara Aktiva dan Pasiva dapat dinyatakan sebagai berikut :
Aktiva = Pasiva
Pasiva dibedakan atas dua golongan yakni : hak dari para kreditur (pihak luar yang mempunyai tagihan pada perusahaan) dan hak dari pemilik perusahaan. Hak dari kreditur : Hutang, hak pemilik : Kekayaan sendiri atau modal.
Apabila unsur pasiva dipecah atas hutang dan modal maka persamaan diatas dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai berikut yang lebih dikenal sebagai persamaan dasar akuntansi :
Aktiva = Hutang + Modal
Pada umumnya hutang terlebih dahulu dari pada modal, hal ini disebabkan oleh kreditur mempunyai hak didahulukan terhadap kekayaan perusahaan dari pada pemilik perusahaan itu sendiri :
Aktiva – Hutang = Modal
  1. LAPORAN – LAPORAN KEUANGAN
Laporan-laporan keuangan yang utama adalah Neraca dan Loporan Perhitungan Laba – Rugi.
Neraca adalah suatu daftar yang menunjukkan aktiva (kekayaan) , hutang dan modal dari suatu unit ekonomi pada suatu saat tertentu, biasanya pada akhir bulan atau akhir tahun.
Laporan Laba – Rugi adalah suatu ikhtisar tentang penghasilan, harga pokok penjualan dan biaya-biaya operasi suatu perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
Laporan Laba – Rugi menggambarkan tentang penghasilan, harga pokok penjualan dan biaya-biaya dalam suatu periode akuntansi. Baik neraca maupun laporan laba – rugi menyangkut perubahan-perubahan yang terjadi atas modal selama periode akuntansi. Dan disebut Laporan Perubahan Modal.
Isi neraca pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu : Aktiva (kekayaan), Hutang dan Modal.
Aktiva adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan akan memberi manfaat di masa yang akan datang.
Aktiva dibagi menjadi dua yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tak Lancar.
        1. Aktiva Lancar adalah uang kas dan kekayaan lain yang mempunyai kemungkinan yang beralasan untuk dapat dicairkan menjadi kas.
Aktiva Lancar terdiri dari :
          1. Kas yaitu uang tunai, giro bank, check dan kertas-kertas lainnya yang dapat diterima oleh bank sebesar nilai nominalnya.
          2. Surat Berharga adalah terdiri atas saham dan obligasi serta jenis-jenis surat berharga lainnya yang dapat segera dijual. Sering disebut juga sebagai investasi jangka pendek.
          3. Pihutang Dagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang tidak disertai dengan janji tertulis secara formal.
          4. Pihutang Wesel adalah suatu bentuk tagihan yang disertai dengan suatu janjiu tertulis secara formal untuk membayar sejumlah uang yang dinyatakan dalam surat tersebut.
          5. Pihutang Penghasilan adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang timbul dari penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi sampai saat penyusunan neraca belum diterima pembayarannya. Contoh : Pihutang Bunga, Pihutang Sewa, dll.
          6. Persediaan Barang adalah persediaan yang berupa barang-barang dagangan, barang setengah jadi atau barang jadi yang dimiliki perusahaan pada suatu saat tertentu.
          7. Persekot Biaya adalah pembayaran dimuka atas biaya-biaya yang telah dilakukan oleh perusahaan, seperti persekot bunga, persekot gaji, persekot sewa dan lain sebagainya.
        1. Aktiva Tak Lancar adalah aktiva yang mempunyai masa pengunaan yang relatif panjang, dalam arti tidak akan habis dipakai dalam satu siklus operasi perusahaan.
Aktiva Tak Lancar dibagi menjadi 4 yaitu :
          1. Investasi adalah penanaman modal untuk jangka panjang yang biasanya diwujudkan dalam bentuk investasi dalam saham-saham atau obligasi dari perusahaan lain atau kekayaan lain.
          2. Aktiva Tetap adalah meliputi semua aktiva berwujud tidak lancar dan yang digunakan dalam operasi perusahaan. Antara lain :
            • Tanah adalah tanah yang dimiliki dan digunakan dalam operasi perusahaan.
            • Gedung adalah bangunan gedung yang dimiliki dan digunakan dalam kegiatan perusahaan.
            • Mesin adalah semua mesin yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan dalam operasi perusahaan
            • Perlengkapan adalah adalah kursi, meja, lemari dan perlengkapan-perlengkapan semacam itu yang digunakan dalam opersai perusahaan.
            • Kendaraan adalah segala jenis alat angkutan yang dimiliki perusahaan baik kendaraan biasa ataupun alat berat.
          1. Aktiva Tak Berwujud adalah aktiva-aktiva yang tidak mempunyai wujud fisik dan biasanya berupa hak yang mempunyai nilai bagi perusahaan. Hak-hak ini biasanya mempunyai jangka waktu tertentu. Misalnya hak paten, hak merek, lisensi dll.
          1. Aktiva Lain-lain adalah semua kekayaan perusahaan yang tidak dapat dikelompokkan kedalam aktiva-aktiva diatas.
Hutang adalah tagihan kreditur kepada perusahaan, merupakan kewajiban perusahaan yang timbul dari berbagai transaksi dan kegiatan perusahaan.
Hutang dibagi menjadi dua yaitu Hutang Jangka Pendek dan Hutang Jangka Panjang.
  1. Hutang Jangka Pendek
  1. Hutang Lancar mencakup semua hutang dan kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun atau dalam suatu masa perputaran usaha.
  2. Hutang Dagang adalah suatu bentuk hutang lancar yang disertai dengan janji tertulis secara formal karena pembelian barang atau jasa
  3. Hutang Wesel adalah suatu janji tertulis yang dibuat perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada orang atau perusahaan lain pada waktu yang telah ditetapkan.
  4. Hutang Biaya adalah hutang yang timbul karena jasa-jasa yang diterima dalam suatu periode misalnya hutang gaji, hutang bunga, hutang pajak dll
  5. Hutang Penghasilan adalah hutang yang timbul karena telah menerima pembayaran dimuka
  1. Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun sejak tanggal pembuatan neraca.
  1. Hutang Hipotik adalah dimana peminjam harus memberikan jaminan yang berbentuk harta tetap seperti tanah, gedung dan sebagainya harta yang tidak bergerak.
  2. Hutang Obligasi adalah suatu janji tertulis untuk membayar pinjaman pada saat jatuh temponya ditambah dengan bunga yang akan dibayar secara teratur pada waktu-waktu tertentu.
Modal adalah kekayaan perusahaan yang diukur dengan menghitung selisih antara aktiva dikurangi dengan hutang.
Untuk mengetahui mudal maka dibuat Laporan Perubahan Modal
  1. REKENING, JURNAL DAN POSTING
    1. Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkut-paut dengan aktiva, hutang, modal, penghasilan dan biaya-biaya. Tujuannya adalah untuk mencatat data-data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan . Kumpulan rekening-rekening disebut Buku Besar atau Ledger
S
Rekening-rekening Aktiva
kema penggolongan rekening :
Rekening-rekening Riil

Rekening-rekening Hutang

Rekening-rekening Modal

Rekening-rekening dalam Buku Besar

Rekening-rekening Penghasilan

Rekening-rekening Nominal

Rekening-rekening Biaya

    1. Jurnal adalah catatan berupa pendebitan dan pengkreditan dari transaksi-transaksi secara chronologis beserta penjelasan-penjelasan yang diperlukan dari transaksi tersebut.
Kegunaan Jurnal :
      1. Merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh transaksi
      2. Alat pencatat yang memberikan gambaran secara kronologis.
      3. Mengeliminir kesalahan pencatatan
      4. Cukup ruang untuk mencatat keterangan.
Posting adalah memindahkan catatan yang telah dilakukan di dalam jurnal ke buku besar.

Goresan Pena

Tentang Wanita

`Wanita adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Seperti sabda Rasulullah Saw dlm hadis Shahih, bahwa dunia ini adalah perhiasan & sebaik-bai...